Main Menu

Ikan Pari Manta Dipancing, Promosi Komodo Dianggap Sia-sia!

Edward Luhukay
26-05-2017 10:50

Ikan Pari Manta (AFP Photo/Yoshikazu Tsuno)

Jakarta, GATRAnews - Heboh kabar aksi memancing serta penggunaan pukat untuk memusnahkan ikan manta di kawasan perairan laut Taman Nasional Komodo, cukup meresahkan warga Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Upaya untuk mendongkrak pariwisata ke Pulau Komodo pun dianggap sia-sia, jika minim perhatian dari aparat keamanan, pemerintah daerah serta pemrintah pusat, terhadap pelestarian satwa-satwa laut yang ada di perairan Taman Nasional Komodo.



"Obyek wisata utama di sini selain jalan ke Pulau Komodo adalah diving atau snorkeling. Turis-turis berdatangan untuk melihat komodo, dalam satu hari bisa selesai. Nah kalau wisata laut, bisa berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu," kata Matheus Siagian, salah seorang warga Labuan Bajo, kepada GATRAnews.

Lebih lanjut Matheus menjelaskan, ancaman kepunahan ikan pari manta bakal cepat terjadi, dengan munculnya para oknum yang melakukan pemancingan atau dengan menggunakan pukat. Aksi ini, menurut Matheus, telah terjadi di Pulau Mawan, salah satu pulau di kawasan Taman Nasional Komodo. "Percuma kita mau teriak-teriak promosi pariwisata, sedangkan obyek wisatanya tidak dijaga," keluhnya.

Matheus berpendapat, ulah nakal para oknum tersebut terjadi lantaran minimnya penjagaan dari aparat setempat. "Patroli jarang. Alasan yang paling sering mereka bilang adalah nggak ada BBM (bahan bakar minyak) atau kendala biaya lainnya," ungkap pria yang kesehariannya menjalankan bisnis kuliner di Jalan Soekarno-Hatta, Labuan Bajo ini.

"Dari pusat juga harus dukung dong! Masa` tiket masuk (ke Taman Nasional Komodo) naik terus tetapi penjagaan nggak di tambah? Tahun lalu saat tiket taman nasional dinaikan banyak dive operator dan guide-guide di sini mengeluh. Namun saya selalu membela dengan menyatakan bahwa (kenaikan harga tiket masuk) penjagaan kan butuh biaya dan patroli butuh uang."

"Tapi pada minggu ini di Pulau Mawan saya lihat orang taruh pukat, dan santer kabar bahwa pukat itu untuk tangkap manta, ini yang membuat saya sedih. Harus segera ada tindakan dari pusat," jelas Matheus.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta, disebutkan bahwa ikan pari manta yang terdiri dari manta birostris dan manta alfredi sebagai jenis ikan yang dilindungi dengan status perlindungan penuh pada seluruh siklus hidup dan/atau bagian-bagian tubuhnya.


Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
26-05-2017 10:50