Main Menu

Polres Cilacap Amankan Terduga Penimbun Bawang Putih

Rosyid
27-05-2017 21:11

Cilacap, GATRAnews – Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah menyita sekitar 10 ton bawang putih. Bawang putih tersebut disita dalam razia di gudang masing-masing milik TS (28 th) dan SD (52 th) di Kecamatan Kroya. Bawang putih tersebut berasal dari Cina

 

Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Yudho Hermanto melalui Kepala Sub Bagian Humas Polres Ajun Komisaris Polisi Bintoro Wasono mengatakan di Gudang milik ST, Desa Kedawung Kecamatan Kroya, ditemukan 570 karung bawang putih. Sementara, dari gudang SD disita sebanyak 30 karung. Razia dilakukan pada Senin (22/5) lalu.

Bintoro mengungkap, berdasar pemeriksaan kepada kedua terduga penimbun bawang putih tersebut, diperoleh keterangan bahwa bawang putih didapat dari seorang importir di Surabaya atas nama Suwandi. Berdasar informasi keduanya, bawang itu diimpor dari Cina.

“Dari hasil pemeriksaan bahwa bawang Putih yang di dapat dari Gudang SD bawang putih itu impor dari Cina di beli dari produsen dari Surabaya pak Suwandi selalu importir,” kata Bintoro saat dihubungi GATRA, Jumat sore (26/5).

Bintoro mengemukakan, terduga penimbun bawang putih impor dari Cina tidak dapat menunjukan legalitàs, antara lain Surat Ijin usaha perdangangan (SIUP) sehingga tidak jelas statusnya, apakah sebagai distributor, sub distributor, atau pengecer sebagaimana di maksud dalam Permendag Nomor 20/M-DAG/PER/3/2017 Tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Kebutuhan Pokok.

“Yang bersangkutan juga tidak bisa menunjukkan dokumen lainnya seperti  sertifikat karantina dari daerah asal sebagaimana termasuk dalam pasal 31 uu 16 tahun 1992 ttg karantina Ikan, hewan, dan tumbuhan,” jelas Bintoro.

Kepada petugas, kedua terduga penimbun menjual bawang putih seharga Rp35 ribu per kilogram kepada pengecer. Pengecer lantas menjual bawang putih seharga Rp60 ribu per kilogram kepada pembeli.

Lebih lanjut Bintoro menjelaskan, saat ini barang bukti masih berada di gudang kedua terduga penimbunan. Polisi memasang police line pada gudang berisi bawang putih tersebut. “Kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi atas kasus tersebut,” jelasnya.

Bintoro mengungkap, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi terhadap Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) untuk mengetahui apakah terduga penimbunan pangan jenis bawang putih tersebut terdaftar sebagai distributor atau sub distributor. Selain itu, Disperindagkop juga diminta untuk mengecek legalitas usaha keduanya.

“Hasil klarifikasi dari disperidakop kab. Cilacap. Sub distributor bawang putih tersebut belum  terdaftar sebagai pengusaha karena belum mengantongi surat ijin usaha Perdagangan ( siup) dan tdp (tanda daftar Perusahan) dan tdg ( tanda daftar gudang ) sehingga bisa di kenakan sangsi administrasi sesuai dgn UU pangan dan UU perdagangan,” jelas dia.

Sementara,  ujar Bintoro, klarifikasi balai karantina Kabupaten Cilacap menyatakan bahwa bahwa Sertifikat Karantina dari Balai Karantina Tumbuhan Surabaya bawang putih tersebut resmi dan legal. “Hasil klarifikasi terhadap pihak balai karantina kab cilacap bahwa dokumen sertifikat karantina yang di dapat dari sub distributor bawang putih adalah sertifikat karantina dari balai karantina tumbuhan asal Surabaya adalah legal,” jelasnya.

Bintoro menambahkan, proses selanjutnya, Disperindagkop Cilacap dibantu oleh kepolisian akan memanggil kedua pengusaha yang belum memiliki legalitas ini.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Rosyid

Rosyid
27-05-2017 21:11