Main Menu

Kementerian PUPR Hadirkan Kemudahan Akses dan Hunian Layak bagi Masyarakat Temanggung

didi
19-06-2017 10:13

Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono (kanan) (ANTARA/Anis Efizudin/HR02)

Temanggung, GATRAnews - Kemudahan akses dan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat merupakan dua hal yang menjadi perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo.  Pemerintah melalui Kementerian PUPR secara aktif membangun infrastruktur jembatan tidak hanya jembatan bentang panjang namun juga jembatan desa serta rumah susun untuk memudahkan akses masyarakat dan menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di berbagai Kabupaten/Kota, termasuk di Temanggung, Jawa Tengah.

Di antaranya adalah dua Jembatan Gantung di Kabupaten Temanggung, serta satu tower Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Parakan Wetan, di Desa Parakan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sabtu (17/6).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, anggota DPR Komisi V Nusyirwan Soedjono dan Sudjadi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmiko, Bupati Temanggung Bambang Sukarno, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Hari Suprayogi, Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Iwan Zarkasi, Direktur Rumah Swadaya Johny F. Subrata, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII (BBPJN VII) Wilayah Jateng DIY Ditjen Bina Marga Heri Marzuki, Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Kedua Jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Galeh yang memiliki panjang 90 meter menghubungkan antara Desa Gandurejo serta Desa Kauman yang dipisahkan oleh sungai Galeh. Jembatan ini memiliki pemandangan dengan latar belakang Gunung Sumbing yang megah dan indah. Jembatan Gantung kedua yakni Soropadan yang memiliki panjang 90 meter menghubungkan Desa Soropadan dan Desa Kalikuto tersebut dipisahkan oleh Sungai Elo.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, jembatan besar diresmikan akan tetapi jembatan kecil yang langsung dinikmati rakyat juga harus diresmikan. "Jembatan kecil itu sangat penting karena menghubukan dari desa ke desa serta antar kecamatan," katanya.

Menurut Jokowi, banyak desa dan kecamatan yang meminta untuk dibangun jembatan gantung seperti ini karena melalui jembatan antar desa ini akan meningkatkan baik itu untuk logistik, dan mobilitas orang menjadi lebih cepat. "Jembatan-jembatan seperti ini harus dibangun karena sangat penting sekali," katanya. 

Kabupaten Temanggung sendiri merupakan sentra penghasil tembakau, kopi, beras, dan juga bawang putih.   Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang.

Kementerian PUPR sendiri akan membangun sebanyak 60 jembatan kecil yang menghubungkan antar desa di Indonesia baik itu di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, NT, NTB, bahkan Papua.

Selain dua buah jembatan gantung yang diresmikan tersebut, Kementerian PUPR juga membangun pula dua buah jembatan di Kabupaten Magelang, yakni Jembatan Gantung Mangunsuko sepanjang 120 meter yang menghubungkan Desa Mangunsuko Desa Grogol ke Desa Sumber dan Desa Tutup, kemudian Jembatan Gantung Krinjing sepanjang 90 meter yang menghubungkan Desa Paten dan desa Jombong ke Desa Krinjing di Kabupaten Magelang.

Sebanyak empat jembatan gantung yang menggunakan rangka baja tersebut dibangun Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Tengah dengan kontraktor PT Unggul Perdana Mulya dengan nilai kontrak Rp 11 milyar dari dana APBN tahun 2016 dan 2017.


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Nur Hidayat

didi
19-06-2017 10:13