Main Menu

Truk Wisatawan Jatuh ke Sungai di Purbalingga, 2 Meninggal

Rosyid
30-06-2017 20:29

Truk Wisatawan terguling dan jatuh ke Sungai Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. (Foto: GATRAnews/Dinkominfo PBG)

Purbalingga, GATRAnews – Kecelakaan fatal kembali terjadi di Purbalingga, Jawa Tengah, setelah pekan lalu terjadi kecelakaan maut Bus Rosalia Indah pada akhir Arus Mudik 2017. Kali ini menimpa rombongan wisatawan asal Kabupaten Pemalang yang hendak berwisata di Pantai Ayah, Kebumen.

 

Rombongan yang menggunakan truk engkel bernomor polisi R 1940 CC yang dikemudikan Misno (30 th) Warga Jepara Wetan, Cilacap itu terguling dan jatuh ke sungai Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/6/2017) sekira pukul 10.00 WIB.

 

Kasatlantas Polres Pemalang, Sukarwan mengatakan akibat kejadian itu, sementara ini dilaporkan dua orang meninggal dunia. Dua korban tersebut, yakni Tahwid (61 th) dan Sriyani (37 th). Keduanya merupakan warga Desa Moga, Banyumudal RT 09/3 Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.

 

“Dua orang meninggal. Yang lainnya luka-luka. Jatuh, terus ketumpuk-tumpuk teman-temannya, mungkin itu,” kata Sukarwan, Jumat (30/6).

 

32 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka mulai ringan hingga berat. Sebagian besar diantaranya dirawat di rumah sakit lantaran luka yang dideritanya.

 

“Mereka mau wisata ke Pantai Ayah. Tetapi mereka rumahnya bukan di Purbalingga, di Moga Desa Banyumudal. Dia melawati jalur-jalur sempit, di pinggiran. Jadi tidak lewat jalur utama,” ujarnya.

 

Sukarwan menjelaskan, rombongan itu menggunakan jalur alternatif Desa Serang Kecamatan Karangreja. Sesampai di Jembatan Sungai Serang, truk terpaksa berhenti lantaran berpapasan dengan mobil avanza.

 

Naas, ketika berhenti itu, diduga bagian samping jembatan tak kuat sehingga truk terguling ke kiri, atau ke bagian kiri yang berkedalaman sekira 8 meter. Truk terguling mengikuti robohnya tugu jembatan.

 

“Kemudian di jembatan berpapasan dengan avanza, takut serempetan. Mobil sempat berhenti dia. Samping jembatan itu kurang kuat penyangganya. Kemudian ndlosor atau melorot atau apa itu bahasa jawanya. Jadi bukan terjun, itu bukan,” pungkasnya.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Dani Hamdani  

  

 
Rosyid
30-06-2017 20:29