Main Menu

Usai Libur Lebaran, Pegadaian Purwokerto Diserbu Nasabah

Rosyid
04-07-2017 06:00

Hari pertama buka usai libur lebaran, Pegadaian Purwokerto Diserbu nasabah. (Foto: GATRAnews/Ridlo Susanto/AK9)

Banyumas, GATRAnews – Kantor Pegadaian Purwokerto, Jawa Tengah diserbu ratusan nasabah pada hari pertama usai libur lebaran 2017 ini. Sebagian besar adalah para ibu yang hendak menggadaikan perhiasan emasnya.

“Meningkatnya peminat gadai emas ini merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun. Tetapi, jumlahnya semakin banyak karena bertepatan dengan masa pendaftaran sekolah dan tahun ajaran baru,” jelas Asisten Manager Operasional PT Pegadaian KC Purwokerto, Tri Panca Hendriyani, Senin (3/7).

Dia mengakui, tahun ini lebih banyak nasabah lantaran sebentar lagi tahun ajaran baru. Menurut dia, kebutuhan untuk pendidikan tentu bertambah. “Lebih tinggi karena biaya sekolah di tahun ajaran baru juga meningkat,” imbuhnya.

Serbuan nasabah itu menurut dia berimbas langsung pada peningkatan transaksi yang bisa berlipat-lipat dibanding hari biasa. “Untuk pekan ini nilai transaksi gadai bisa mencapai Rp 3-4 milyar peningkatannya. Tapi juga diimbangi dengan tebus emas,” terangnya.

Hal itu menurut Tri Panca berkebalikan dengan masa sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri kemarin. Saat itu, transaksi di Pegadaian Purwokerto didominasi oleh nasabah yang ingin menebus emas. Tujuannya untuk dipakai saat lebaran.

“Ya kan perempuan juga perlu berhias. Mungkin seperti itu,” ujarnya.

Menjelang lebaran, ujar Tri Panca, jumlah transaksi tebus emas ini pun mengalami peningkatan hingga 5 persen dibanding hari biasa dengan nilai total kurang lebih lebih Rp1,5 milyar.

Dia menambahkan, tahun ini, PT Pegadaian Purwokerto menetapkan target untuk program gadai emas sejumlah Rp 73,5 milyar. Angka tersebut kini sudah terpenuhi Rp 7 milyar.

Selain didominasi aktivitas gadai, sejumlah nasabah juga menyelesaikan pembayaran program kredit mikro dan pembiayaan kendaraan yang jatuh tempo. Total transaksi kredit hari ini ini diperkirakan mencapai Rp300 juta.



Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Rosyid
04-07-2017 06:00