Main Menu

Krisis Air Bersih Banjarnegara Meluas

Rosyid
15-08-2017 09:43

Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricilia Ohei mengirim air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan. (GATRAnews/Ridlo Susanto/yus4).

Banjarnegara, GATRAnews - Kekeringan di Kabupaten Banjarnegara meluas menyusul musim kemarau panjang yang terjadi saat ini. Di Kecamatan Purwonegoro, lima desa telah mengalami krisis air. Salah satunya Dusun Bulukuning Kecamatan Purwonegoro.

 

Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricilia Ohei turun langusung untuk mengirimkan sebanyak dua tangki air bersih. "Berawal dari adanya informasi kekeringan di wilayah Purwanegara, kami langsung hubungi tangki milik pihak PDAM untuk distribusi air bersih," ucap Kapolres, Sabtu (12/8).

 

Kapolres lantas menyambut masyarakat Bulukuning yang mayoritas perempuan ini satu persatu antre untuk mendapatkan air bersih. Dia berharap dengan bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat khususnya di Dusun Bulukuning dalam ketersediaan pasokan air bersih.

 

Kapolres menegaskan, pihaknya dibantu seluruh Polsek di Banjarnegara juga akan melakukan dropping air bersih secara rutin pada wilayah Banjarnegara yang mengalami kekeringan. “Semoga nanti bisa membantu yang membutuhkan,” harapnya.

 

Pengiriman air bersih itu disambut baik oleh masyarakat. Mereka merasa, droping air bersih itu tiba di saat yang tepat, ketika mereka begitu membutuhkan air bersih. "Terima kasih kepada Polres Banjarnegara dari masyarakat Kaliajir khususnya dari Bulukuning," ucap Natiem, seorang warga.

 

Lebih lanjut Natiem menceritakan bahwa adanya krisis air bersih di desanya membuat ia harus berjuang mendapatkan air bersih. "Cari air buat sehari-hari susah banget. Jalannya naik turun sungai, jalannya susah," imbuhnya.

 

Sementara, Camat Purwonegoro, M Latful Fadli mengatakan memasuki musim kemarau ini ada lima desa di Kecamatan Purwonegoro yang mengalami kekeringan. Lima desa itu yakni, Desa Kaliajir, Pucung Bedug, Merden, Petir dan Desa Kalitengah.

 

“Kekeringan di Kecamatan Purwonegoro sudah menjadi bencana tahunan. Semakin banyak yang membantu, maka kesulitan masyarakat akan semakin ringan,” jelas Fadli.

 


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Rosyid

Rosyid
15-08-2017 09:43