Main Menu

PPK Kemayoran Luncurkan Aplikasi untuk Layanan Informasi

Arif Prasetyo
15-08-2017 19:08

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama meresmikan aplikasi manajemen Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, Jakarta. Ada lima aplikasi yang siap dioperasikan oleh manajemen PPK Kemayoran, yakni C-Nergi (informasi aktivitas dan kinerja, C-Cleo (sistem informasi), C-Mark (informasi keuangan), C-Baja (manajemen barang dan jasa), dan C-Milan (informasi manajemen lahan).


Setya Utama mengatakan, dengan sistem ini Insya Allah permasalahan di PPK Kemayoran bisa dikurangi, sehingga tidak ada lagi perselisihan dengan auditor.

“Selain itu masyarakat sekarang ini maunya transparan, dengan sistem ini diharapkan akan memudahkan pelayanan di kawasan Kemayoran dan sebaliknya kebutuhan mitra di sini bisa diatasi dengan cepat,” ujar Setya Utama, dalam sambutannya, Selasa (15/8).

Sementara Dirut PPK Kemayoran Dwi Nugroho menambahkan, kita harus mengubah konsep kerja yang digital. Bahwa ada proses-proses yang terhenti dan atau hilang di tengah jalan akan kita ubah semuanya. Memang tidak serta merta semua menghilangkan dokumen manual, dan ini bertahap.
 
“Yang penting dengan sistem aplikasi yang baru ini nantimya juga bisa diakses dari luar, yakni masyarakat, mitra maupun calon mitra. Stakeholder kami adalah pemerintah, setneg dan lembaga keuangan,” kata Dwi.

Dwi melanjutkan, perubahan sistem kerja dari manual ke digital ini selain tuntutan zaman era digital juga ingin memperbaiki sistem pelayanan PPK. Para mitra yang rata-rata pengusaha ini menginginkan informasi di kawasan Kemayoran secara utuh, maka penanganannya harus profesional.

“Intinya itu memang harus dipaksakan dan orang dalam dari pihak kami yang harus dibenahi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Pembenahan ke dalam ini misalnya tentang pelaporan keuangan pemerintah. PPK Kemayoran termasuk salah satu instansi yang merintis sistem informasi digital agar bisa menjadi lebih baik. Seperti laporan mengenai anggaran, khususnya serapan.

“Soal yang satu ini banyak yang tidak akurat realisasi dengan pelaporan itu, bahkan kadang terlambat. Kita akan buat ini menjadi lebih efektif sehingga kegiatan penyerapan anggaran kami baik dari sisi pendapatan maupun belanja barang dan jasa juga bisa tercatat dan terdeteksi dengan baik. Sehingga pelaporan pada saat yang sama secara online sudah terbaca,” jelas Dwi.

Jika sesuai jadwal sistem aplikasi ini bisa rampung pada bulan November-Desember tahun ini. Menurut Dwi masih ada dua aplikasi lagi yang masih dalam pengerjaan.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
15-08-2017 19:08