Main Menu

IICS Borong 39 Medali Emas & 7 Trophies dalam World Scholar’s Cup

Nur Hidayat
19-08-2017 16:56

Para pelajar IPEKA berhasil meraih sejumlah medali emas di ajang internasional, WSC (GATRAnews/dok)

Jakarta, GATRAnews  - IPEKA Integrated Christian School (IICS) kembali menorehkan tinta emas. Kali ini, dalam ajang World Scholar’s Cup Global Around (WSC), sebuah kompetisi debat bahasa Inggris berskala internasional yang digelar di Hanoi, Vietnam, Athena, Yunani, dan Cape Town, Afrika Selatan pada 26 Juni – 15 Agustus, 2017.

Tahun ini adalah pertama kali IICS mengikuti ajang WSC yang dimulai dari regional round Jakarta, pada Mei 2017 lalu. Kompetisi WSC diikuti oleh sekitar 50 negara di Hanoi dengan total 3.600 peserta dari SMP dan SMA, kemudian sebanyak 41 negara di Athena dengan 1.500 peserta, termasuk Indonesia yang mengikutsertakan sekitar 30 sekolah, salah satunya IICS. Demikkian siaran pers yang diterima GATRAnews, Sabtu (19/8).

Dalam ajang ini, IICS mengutus enam siswa dari kelas 7 dan 8, yaitu Alicia Sutandar, Catalina Tan, Michelle Lie, Michael Leonardi, Ryan Batubara, dan Nathanael Winoto. Girls Team berhasil membawa pulang 5 medali emas, 6 medali perak, serta 1 trophy juara untuk kompetisi di Hanoi, (5thplace in writing dimenangkan Catalina Tan).

Untuk Global Round di Athena, Yunani, Boys Team diganjar dengan 34 medali emas, 3 medali perak dan 6 trophy di Athena. Kemudian peserta yang telah lolos dari Hanoi Global Round dan Athens Global Round ini juga akan berlaga di Tournaments of Champions di Yale University, USA pada 10 - 14 November 2017.

Daftar trophy yang diraih oleh IISC dalam ajang WSC (Athena) sebagai berikut :
1. 1st Scholar's Challenge winner (dimenangkan Michael Leonardi)

2. 9th Place in Debate (dimenangkan Nathanael Winoto)

3. Team- 2nd place in Scholar's Challenge

4. Team- 5thplace in Scholar's bowl

5. Team- 5thplace overall

6. Team- 2ndplace among Southeast Asian teams

Kepala Sekolah (Junior High) IICS Joshie Katherine sangat bangga dengan hasil yang dicapai murid-muridnya. "Awalnya kami memulai dengan kelas debat hanya 1 minggu sekali, 1 Semester sebelum kompetisi dimulai, kami mengikuti Jakarta Round, Mei lalu dengan tujuan untuk memberikan pengalaman bagi anak-anak kami ini. Tidak ada target khusus, tetapi saya tahu mereka akan selalu memberikan yang terbaik. Kami sangat senang saat mengetahui mereka lolos dengan gemilang untuk mengikuti Global Round," katanya.

Alicia Sutandar (14 tahun), siswi IICS yang menjadi salah satu peserta WSC di Hanoi mengungkapkan kesannya. Menurutnya, kompetisi tersebut sangat menyenangkan dan membuat dia bertumbuh dalam berbagai aspek."Yang jelas saya memberikan usaha yang terbaik demi kemuliaan Tuhan dan bisa meraih prestasi ini pun karena berkat dari Tuhan," ujarnya.

Selanjutnya Nathanael Winoto (14 tahun), salah satu siswa IICS juga mengatakan, dia sangat mengucap syukur karena kemenangan yang digapainya. "Medali dan piala hanya dari Tuhan. Ada saat di mana kami berpikir, kami tidak akan lolos, tetapi Tuhan yang mendorong, memimpin, dan memampukan kami. Saya hanya dapat berterima kasih dan mengucap syukur kepada Tuhan," katanya.



Salah satu hal yang menarik dari kompetisi WSC, ungkap Nathanael, ialah kegiatan Scavanger Hunt. “Kami diberi tugas-tugas aneh, di mana kami juga harus melakukan aktivitas yang lucu dan konyol dengan orang lain yang berasal dari Negara berbeda dari seluruh dunia,” terangnya.

Di bawah bimbingan Mr. Darren Carter, guru bahasa Inggris mereka latihan berdebat, menulis, dan juga diharuskan melakukan riset terkait topik-topik sebelumnya yang pernah diusung oleh WSC. Sekolah dan orang tua pun mendukung dan mendorong mereka untuk bekerja keras dan berdoa untuk mendapatkan hasil yang terbaik. 


Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
19-08-2017 16:56