Main Menu

Pemkab Banyumas Galakkan KB Untuk Pria

Rosyid
28-08-2017 19:09

Bupati Banyumas Achmad Husein ketika mengunjungi kampung KB di Penusupan, Kabupaten Banyumas. (GATRAnews/Ridlo Susanto/HR02)

Banyumas, GATRAnews – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggalakkan program Keluarga Berencana dengan menyasar kaum pria. Selama ini, program keluarga berencana lebih banyak menyasar kaum perempuan, yang belum tentu efektif lantaran para suami masih menginginkan anak atau tak peduli dengan program KB.


Bupati Banyumas, Achmad Husein mengaku telah menjadi peserta KB Metode Operasi Pria (MOP). Dia menyebut, KB vasektomi adalah bentuk lain kesetaraan gender, bahwa lelaki pun berhak dan berkewajiban turut mensukseskan program KB kelurganya.
 

“Saya sudah menjadi akseptor MOP. Saya berharap agar Anda juga mau MOP seperti saya,” kata bupati saat meresmikan kampung KB di Penusupan Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas, Senin (28/8).


Husein mengatakan, saat ini tahun ini Pemkab menyasar kaum lelaki untuk berani melakukan Metoda Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Dia menjelaskan, operasi vasektomi lebih menjamin tingkat keberhasilan lantaran sifatnya yang permanen.


Tak hanya kepada masyarakat umum, bupati juga mengajak agar pejabat di lingkungan Pemda Banyumas untuk melakukan MOP. Ia pun menantang kepala desa-kepala desa di wilayah Banyumas untuk berani MOP. Dia menjanjikan bantuan keuangan untuk desa-desa yang kepala desanya melakukan vasektomi. Sejauh ini, kata dia, di Kabupaten Banyumas ada dua kepala desa yang telah menjadi peserta MOP.


“Yang MOP itu adalah manusia sepesial. Makanya harus saya spesialkan. Kades-kades yang melakukan MOP, akan mendapat bantuan keuangannya khusus dari saya ada. Seperti dua kepala desa itu, tahun ini saya kasih Rp500 juta. Caranya bagaimana, saya masukkan di situ (APBD Perubahan). Sucipto, satu, yang kedua yang dari Karangsalam, Sudarso,” ujarnya.


Husein mengungkap, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi saat ini tak disertai makin luasnya kesempatan kerja. Hal itu disinyalir sebagai biang sulitnya program pengentasan kemiskinan. Penduduk semakin bertambah, tetapi di sisi lain, kesempatan kerja tak secepat laju pertambahan penduduk. Akibatnya, pengangguran bertambah.


“Jadi, harus dimbangi. Kalau memang masih susah ya jangan punya anak lagi. Nah, kalau sudah sukses, boleh berencana,” imbuhnya.


Dalam peresmian itu, bupati juga menyebut bahwa tingkat kepesertaan KB di Banyumas telah mencapai di atas 80 persen. Ia pun meminta agar grumbul atau desa yang tingkat kepesertaannya dibawah 80 persen untuk semakin giat mengkampanyekan keluarga berencana.

 




Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Rosyid
28-08-2017 19:09