Main Menu

Klarifikasi, Tidak Ada Pengusiran Santri Muhammadiyah di Karimun Jawa

Riana Astuti
11-09-2017 14:57

(Foto: Dok Darussalam Centre‏/AK9)

Jakarta,GATRAnews -- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, angkat bicara terkait isu miring pemberitaan adanya pengusiran dan penolakan 47 santri Itthidatul Ma'ahid Islam (ITMAM) PP Muhammadiyah yang hendak melakukan dauroh tahfidh al-Qur’an di Dukuh Alang-alang RT 02 RW 04, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Pihak PCNU Jepara dan PDM Jepara dalam klarifikasi bersamanya di Mapolres Jepara (10/09/17) menyatakan beberapa sikap dalam sebuah surat pernyataan klarifikasi yaitu,

1. Pemberitaan bahwa telah terjadi penolakan dan pengusiran santri adalah tidak benar.

2. PCNU Jepara dan PDM Jepara sepakat menyikapi masalah tersebut dengan mengedepankan ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, ukhuwwah basyariyah serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Menyekapakati agar gedung yang diwakafkan kepada PP Muhammadiyah tersebut dihentikan (dimauqufkan) penggunaannya untuk beberapa waktu sampai segala sesuatunya terpenuhi.

4. Mengintensifkan komunikasi semua pihak dan mewaspadai paham radikalisme serta pihak lain yang hendak memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Surat klarifikasi tersebut ditandatangani oleh KH Ubaidillah Noor Umar selaku Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan KH Sadali, Ketua PDM, serta ditandatangani pula oleh sejumlah saksi, antara lain AKBP Yudianto Adhi Nugroho (Kapolres Jepara), H Mashudi (Ketua MUI Kabupaten Jepara), Rustamaji (atas nama Kepala Bakesbangpol), H Badrudin (PKUB Jateng untuk Jepara), Arif Darmawan (atas nama Kepala Dinas Kominfo) serta disaksikan oleh anggota PBNU Jepara dan PDM Jepara.

Sebelum mengakhiri pertemuan, KH Ubaidillah Noor Umar dan KH Sadali saling berpelukan dan berpegangan tangan. "PDM Jepara merasa ayem, tidak ada apa-apa," papar KH Sadali.

 

Duduk perkara sebelumnya adalah fitnah yang dilemparkan oleh oknum Muhammadiyah sehingga terjadilah tuduhan kalau warga Karimunjawa Jepara disebut mengusir 47 santri tahfidz kiriman Ittihadul Ma'ahid Muhammadiyah (ITMAM) ke bangunan pesantren yang ada di Dusun Alang-Alang Rt. 02 Rw. 04, Desa Karimunjawa pada awal September 2017.

Meski tidak ada kalimat usir mengusir, namun beberapa kader Muhammadiyah menuduh MWC NU Karimunjawa dan PCNU Jepara lempar tangan. Bahkan ada yang mempropagandakan NU Jepara sudah disusupi Syiah.


Reporter : Riana Astuti

Editor : Cavin R. Manuputty

 

Riana Astuti
11-09-2017 14:57