Main Menu

AJI Kecam Aksi Represif Aparat kepada Jurnalis di Banyumas 

Ervan
10-10-2017 15:44

Sejumlah wartawan membentangkan poster saat aksi solidaritas menolak kekerasan terhadap jurnalis, di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (10/10). (Antara/Harviyan Perdana Putra/AK9)

Jakarta, gatracom- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Purwokerto mengecam dan mengutuk kekerasan kepada jurnalis dan demonstran yang menolak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet. Kekerasan terjadi saat Polisi dan Satpol PP Banyumas membubarkan massa aksi yang mengatasnamakan diri Aliansi Selamatkan Slamet di depan Gedung DPRD Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah, Senin (9/10).

Saat kericuhan tersebut, seorang wartawan Metro TV wilayah Banyumas, Darbe Tyas terkena pukulan dari aparat. Darbe sudah memberi tahu bahwa ia adalah wartawan. Namun, teriakannya tidak digubris dan ia tetap menerima kekerasan dari aparat. Setelah menerima perlakuan itu, Darbe dilarikan ke Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto untuk divisum.

Korban lainnya adalah Ikra Fitra, wartawan kampus Pro Justicia Fakultas Hukum Unsoed. Dia dikabarkan dipukul, diseret, diangkut menggunakan mobil Dalmas, dan ditahan bersama 26 aktivis Aliansi Selamatkan Slamet di Mapolres Banyumas.

"Atas kejadian tersebut, AJI Kota Purwokerto menyatakan mengecam tindakan represif aparat Kepolisian dan Satpol PP kepada jurnalis dan massa aksi," jelas Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Purwokerto, Rudal Afgani dalam keteranga tertulisnya, Selasa (10/10).

AJI juga mendesak Kapolres Banyumas dan Bupati Banyumas untuk mengusut dan menindak tegas personel yang melakukan tindakan kekerasan. "Mendesak Kepala Polres Banyumas untuk segera membebaskan jurnalis, pers mahasiswa dan peserta aksi yang ditahan," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu
Editor: Nur Hidayat

 

 

 

Ervan
10-10-2017 15:44