Main Menu

Perjuangan Salurkan BBM Satu Harga di Papua

Rosyid
16-10-2017 14:58

Distribusi BBM ke Kampung Obano di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua (GATRA/Katharina Lita/HR02)

Jayapura, gatracom - Dua personil Brimob bersenjata lengkap mengawal mobil tangki bahan bakar minyak (BBM) berisi premium ataupun solar.




Mobil tangki berisi 5-10 kilo liter itu menembus jalur Trans Nabire, hanya untuk mendistribusikan BBM ke Kampung Obano di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. 


Pengawalan personil Brimob terpaksa dilakukan, karena jalur menuju Kampung Obano, tepatnya di sekitar Kabupaten Dogiyai, rawan kriminalitas. 


Atto Sampebuntu, pimpinan SPBU Kompak CV Gunung Selatan yang biasa menyalurkan BBM ke kampung tersebut menyebutkan pengawalan personil Brimob ataupun TNI dilakukan hingga tembus ke Kampung Obano. 


Pengawalan personil Brimob atau TNI harus dilakukan setiap melakukan pengiriman ke kampung tertua di Kabupaten Paniai itu. 


Kampung Obano masuk dalam kawasan terpencil di kabupaten yang masuk dalam wilayah adat Meepago. 


Apapun dilakukan oleh Atto dan sejumlah karyawannya, untuk menghadirkan BBM satu harga di Kampung Obano, guna mendukung program pemerintah. 


Untuk menuju ke Kampung Obano bisa ditempuh dengan dua alternatif, yakni jalur darat dan lewat jalur danau. 


Jika ditempuh lewat jalur darat, alur distribusi BBM dibawa dari agen di Nabire. Biasanya mobil tangki BBM menuju ke arah Kabupaten Dogiyai sekitar pukul 17.00 WIT. Mobil tangki BBM akan tiba di Kabupaten Dogiyai sekitar pukul 02.00 WIT. 


Sopir akan istirahat depan Polsek Dogiyai hingga pagi menjelang dan dilanjutkan ke Kampung Obano sekitar pukul 06.00 WIT, kemudian mobil tangki akan tiba di kampung tersebut sekitar pukul 10.00 WIT. 


"Tangki BBM kemudian dibongkar sekitar 1 jam dan setelah itu kembali lagi ke Nabire," jelas Atto, Senin (16/10).


Jika dihitung, jarak Kabupaten Dogiyai ke Kampung Obano sejauh 40 kilometer. Untuk tembus hingga ke Kampung Obano, mobil tangki BBM juga melewati empat sungai dan menyisir tiga gunung di Kabupaten Dogiyai. 


Atto menceritakan jika BBM didistribusikan lewat jalur Danau Paniai, maka BBM akan menempuh jalur Nabire-Kabupaten Dogiyai-Paniai lebih dari 15 jam dengan jarak tempuh hingga 305 kilometer.


Biasanya mobil tangki berangkat dari Nabire pukul 17.00 WIT dan tiba di Paniai pukul 05.00 WIT. Dari Dermaga Paniai, BBM diangkut dengan drum-drum yang ditaruh di speedboat dengan jarak tempuh ke Kampung Obano 2 jam perjalanan laut. 


"Alokasi BBM ke Kampung Obano setiap bulan sekitar 35 kilo liter. Dalam satu minggu bisa di drop hingga 2 kali, tergantung cuaca," kata Atto. 


Atto juga menyebutkan, dalam satu kali angkut BBM ke Kampung Obano menghabiskan dana operasional hingga Rp2,5 juta. 


Puluhan tahun BBM di Kampung Obano dibeli mulai harga Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per liternya. 


Kini, masyarakat dapat merasakan harga BBM murah setelah program BBM satu harga menembus kampung tersebut. 


Caranya, PT Pertaminan MOR VIII Maluku-Papua membangun SPBU Kompak Kampung Obano. Sehingga, harga BBM untuk jenis premium Rp 6.450 per liternya dan solar Rp 5.150 per liternya. 


Hingga akhir tahun ini, program BBM satu harga di Maluku-Papua terus digenjot. Dari target 19 titik, hingga saat ini sudah teralisasi 16 titik. 


"Sisa 3 titik adalah di Boven Digul, Tambrauw dan Kabupaten Pegunungan Bintang," kata General Manager PT Pertamina MOR VIII Maluku-Papua, Made Adi Putra. 


Pemerintah pusat juga tak tanggung-tanggung memperlancar program BBM satu harga di Papua. Buktinya, pesawat air tractor AT 802, pesawat khusus untuk mengangkut BBM di daerah pegunungan Papua disediakan oleh pemerintah. 


Pesawat khusus yang mampu membawa BBM berkapasitas 4000 liter ini, setiap harinya menyinggahi kabupaten di pegunungan satu dengan yang lainnya. 


"Pesawat ini khusus untuk mengangkut BBM pada samping badan kanan dan kirinya dan hanya diterbangi oleh pilot, tanpa co pilot," kata Made menambahkan.




Reporter: Katharina Lita
Editor: Rosyid



Rosyid
16-10-2017 14:58