Main Menu

Ini Dia Si ''Pedas Manis'', Sate Khas Mataram

Nur Hidayat
23-10-2017 16:57

Sate Rembiga khas Lombok (GATRA/dok Nur Hardiyansyah)

Mataram, Gatra.com - Tak lengkap rasanya saat jalan-jalan ke daerah tapi tak mencicipi makanan khasnya. Kali ini, ada makanan khas yang wajib dicoba saat berlibur ke daerah Mataram, Lombok. Daging sapi khas dalam atau hati sapi yang dibakar bersama bumbu khas, rasanya manis pedas ditambah tekstur dagingnya yang empuk. Apalagi jika bukan sate Rembiga (baca: rembige).

Nama Rembiga merupakan sate asli kelurahan Rembiga kecamatan Mataram kabupaten Kota Mataram. Ada beberapa tempat makan yang menyediakan menu sate rembiga. Tapi ada satu tempat makan yang pemiliknya mengklaim sebagai pemasak sate rembiga pertama di Mataram Lombok. Tempat makan ini bernama "Sate Rembiga Ibu Sinnasih". Rumah makan ini beralamat di jl. Dr. Wahidin Rembiga Mataram. "Ini sate rembiga pertama atau nyebutnya sate rembiga yang lama," ujarnya kepada Gatra.com (19/10) di rumah makannya.

Sinnasih sudah membuat sate rembiga ini lebih dari 20 tahun yang lalu. Hanya saja saat itu, ia bekerja sama dengan orang lain membuka usaha. Karena satu dan lain hal, akhirnya Sinnasih memutuskan hengkang dari kongsi dan mendirikan rumah makan sendiri.

Sebelum memutuskan mendirikan rumah makan sendiri, ia juga sempat berjualan di pinggir jalan. Meski baru sekitar satu tahun di tempat baru, namun omset satenya mencapai jutaan rupiah dalam sehari. Dalam sehari ia bisa menghabiskan sekitar 150-200 kg daging sapi. Per tusuk dibandrol Rp 2.000, sementara untuk sate hati sapi dibanderol Rp 5.000. "Saya dalam satu tahun bisa beli rumah makan ini seharga Rp 4 milyar. Uang saya Rp 2 milyar selebihnya Rp 2 milyar dari Bank," ujarnya.

Yang menjadi pelanggan satenya bukan hanya pelanggan lamanya, tapi juga wisatawan lokal dan internasional yang sedang berlibur ke Lombok. Ia juga sering mengirim sate rembiganya ke luar Lombok karena permintaan juga datang dari luar.

Ibu empat anak ini mengaku, sangat kewalahan dengan permintaan sate rembiga di Rumah makannya. Maka dari itu, ia masih belum bisa terlalu fokus untuk pengembangan pasar melalui pasar online. Namun ia tidak menolak jika memang ada pesanan sate via online dan harus mengirim ke luar kota. Namun ia sudah memiliki akun di media sosial instagram @saterembigaibusinnasih.



Wanita yang hobi makan dan masak ini mengklaim jika bumbu yang digunakan untuk membuat sate sama dengan menu sate rembiga yang banyak beredar. Hanya saja ia merasa dia dapat membuat rasa menjadi pas untuk bumbunya. Padahal bahan utama bumbu ini terbilang sederhana seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan terasi.

Pesanan tidak hanya berbentuk sate namun juga berbentuk bumbu sate rembiga. Namun khusus bumbu, ia hanya melayani pemesanan luar NTB karena ia tidak ingin satenya punya pesaing di NTB. "Pesan bumbu pun bisa, tapi untuk luar NTB, karena kebanyakan yang pesan bumbu itu pedagang," tambah wanita yang baru saja menunaikan ibadah haji ini.

Kini, RM Sinassih telah mempekerjakan 50 orang untuk rumah makannya. Itupun ia masih turun sendiri ke pasar untuk memilih daging sapi. Ke depan Sinnasih sedang menyiapkan RM ibu Sinassih di Jakarta tepatnya di daerah Tanah Abang. Selain sate rembiga, RM Sinnasih juga memiliki menu lain seperti bebalung, pelecing dan beberuk. "Banyak artis juga kesini, tapi saya tidak tahu, pegawai yang banyak tahu," ujarnya sambil tertawa.


Reporter: Umaya Khusniah
Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
23-10-2017 16:57