Main Menu

Damandiri Bangun Homestay di Prambanan

Rosyid
05-11-2017 18:49

Ketua Dewan Pembina Damandiri Bob Hasan (kanan) dan Subiakto Tjakrawerdaja resmikan Homstay Damandiri (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4

Yogyakarta, gatracom - Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) membantu pemberdayaan masyarakat Desa Tamanmartani, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta melalui pembangunan homestay. Penginapan ini hanya berjarak 500 meter dari Candi Prambanan.



Peresmian homestay dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Damandiri Bob Hasan pada Minggu (5/11). Sebanyak 12 penginapan dikembangkan di rumah penduduk dan masing-masing memiliki dua kamar untuk menerima wisatawan. 

“Tujuan pengembangan penginapan ini agar masyarakat terlepas dari kemiskinan dengan memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki. Di sini, keberadaan penginapan mendukung program pengembangan desa wisata Prambanan,” kata Bob Hasan.

Homestay ini dikelola koperasi warga dengan 10 persen total pendapatan diserahkan kembali ke warga untuk pengembangan usaha.

Bob Hasan mengatakan program ini akan membentuk pengusaha di tingkat desa sehingga warga desa tidak lagi berkubang dalam kemiskinan.

Selain penginapan, Damandiri juga membangun satu warung untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke Dusun Karangnongko dan Klurak.

 “Prambanan merupakan salah satu kawasan wisata yang menarik minat kunjungan wisatawan. Kehadiran penginapan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sini,” katanya.

Kepala Desa Tamanmartani Gandang Harjanata mengucapkan banyak terima kasih karena telah diberikan bantuan dari Damandiri untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pendirian homestay dan warung.

“Kami mendapat bantuan gratis tanpa syarat dan rencana penetapan tarif akan kami sesuaikan dengan segmen pasar wisatawan yang kami bidik. Rencana tarif di kisaran Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. Untuk siswa biasanya Rp50 ribu per kamar per malam,” ujar Gandang.

Sebelumnya Damandiri juga membangun penginapan dengan konsep serupa di Dusun Kemusuk, Sedayu, Bantul tak jauh dari Museum Soeharto. Kemudian di kawasan pegunungan di Selo, Boyolali dan Nusa Tenggara Barat. Dana koperasi yang dikelola masyarakat untuk usaha penginapan ini mencapai Rp300-400 juta.






Reporter: Arif Koes H
Editor: Rosyid


Rosyid
05-11-2017 18:49