Main Menu

Generasi ''Zaman Now'' Perlu Belajar dari Gus Dur!

Aulia Putri Pandamsari
09-11-2017 20:30

Diskusi publik mencegah radikalisme (Dok. Wahid Foundation/yus4)

Jakarta, Gatra.comWahid Foundation kembali menggelar diskusi publik. Bertempat di Griya Pergerakan Gus Dur, diskusi ini menghadirkan narasumber seperti salah satu pendiri Wahid Foundation Ahmad Suaedy, intelektual Islam Prof Dr Siti Musdah Mulia dan Staf Khusus Kemendikbud(Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Fajar Riza Ul Haq. 

Dalam kesempatan tersebut, Fajar enyampaikan pentingnya bagi generasi sekarang untuk belajar dari sosok Gus Dur. Menurutnya, presiden ke empat Indonesia tersebut merupakan sosok yang konsisten menyuarakan nilai-nilai ke Indonesiaan, kesetaraan, dan keadilan.

Contoh yang baik terlebih ketika melihat situasi sekarang dimana perbedaan pandangan maupun pilihan politik dapat memicu permusuhan. Gus Dur dipandang selalu mengambil opsi yang anti kekerasan dan juga tidak segan-segan untuk meminta maaf.

“Gus Dur selalu bilang tidak menyukai kekerasan. Ungkapan ini mencerminkan komitmen Gus Dur untuk selalu menolak kekerasan dan lebih percaya kepada mekanisme demokrasi. Gus Dur juga melarang pendukung politiknya untuk mempertahankan posisinya sebagai presiden dengan cara-cara yang tidak demokratis dan kekerasan.” kata Fajar dalam diskusi, Kamis (9/11).



Jalan anti kekerasan yang ditunjukkan oleh Gus Dur ialah saat dirinya memilih untuk meminta maaf atas kekerasan yang terjadi pada tahun 1965 juga saat kunjungannya ke Timor Leste tahun 2001. “Mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah prasyarat menuju rekonsiliasi. Memaafkan bukan berarti melupakan.” ujar Fajar.

Generasi sekarang memiliki tantangannya sendiri. Berkembangnya teknologi yang berdampak pada persebaran arus informasi yang begitu cepat, sering membuat informasi-informasi yang beredar tidak tersaring dengan baik. Akibatnya, kesalahpahaman, prasangka, juga permusuhan dapat timbul di kalangan masyarakat yang tidak jeli dan tidak melakukan verifikasi kembali terhadap berita yang ada.

“Generasi muda perlu mengenal kearifan Gus Dur. Sebab sosoknya yang adem dapat menjadi sumber oase yang menyegarkan bagi generasi sekarang, tidak hanya saat mereka berselancar di dunia maya tetapi juga saat berinteraksi di dunia nyata.” papar Fajar.


Reporter: APP
Editor: Nur Hidayat

Aulia Putri Pandamsari
09-11-2017 20:30