Main Menu

Longsor Terjang Banyumas, 25 Rumah Rusak

Basfin Siregar
19-12-2017 19:37

Penanganan longsor di desa Cilangkap, kecamatan Gumelar, Banyumas (GATRA/Tagana BMS/FT02)

Banyumas, Gatra.com – Sebanyak 25 rumah di tiga desa Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, Jawa tengah terkena bencana tanah longsor, Minggu petang (17/12). Tiga desa tersebut yakni, Desa Gumelar, Cihonje dan Cilangkap.

Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Ady Chandra mengatakan, dari empat desa, Dusun Ciwaras RT 03/03 Desa Gumelar menjadi yang terparah. Di Dusun Ciwaras terdapat lima rumah terdampak, dua di antaranya ruska berat dan nyaris roboh. Secara total, di Desa ini, ada belasan rumah yang terdampak longsor.

“Kalau yang terdampak jelas 25 kepala keluarga (KK). Selain di Grumbul Ciwaras, longsor juga terjadi di Grumbul Cilangkon,” katanya saat dihubungi GATRA, Senin (18/12).

Menurut Chandra, kerusakan yang dialami bervariasi antara kategori berat, ringan dan sedang. Material longsor berupa tanah rata-rata menimpa bagian belakang rumah warga. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Longsor dipicu hujan deras yang terjadi sejak Minggu siang hingga petang.Sebelumnya, dua hari berturut-turut, hujan deras juga mengguyur kawasan ini.

Hari ini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Tagana, relawan dan masyarakat setempat mulai membersihkan material longsoran. Namun, lantaran turun hujan lebat lagi, penanganan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok. Dikhawatirkan, terjadi longsor susulan yang membahayakan relawan yang bertugas.

“Dihentikan dulu, dikhawatirkan ada longsor susulan,” ucapnya.

Chandra menerangkan, sebagian besar pemilik rumah yang terdampak longsor saat ini sudah mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang wilayahnya tak terdampak. Pasalnya, kemungkinan besar masih akan terjadi longsor susulan.

“Kebanyakan tidak mengadakan camp pengungsian, tetapi ditampung oleh saudara-saudaranyanya. Di daerah-daerah aman, kebanyak rumahnya dikosongkan, tidak bisa ditinggali. Karena kondisi tanah labil, dan ini juga hujan lebat masih berlangsung,” ujarnya.

Dia menginformasikan, Di perbukitan Ciwaras Gumelar dan Cilangkap sudah muncul retakan tanah di atas kawasan yang longsor. Di Cilangkap, retakan terdeteksi sepanjang 7 meter dengan lebar 50 centimeter dan kedalaman 1,5 meter. Dikhawatirkan, jika dipicu hujan deras maka kawasan ini akan kembali longsor.

Chandra menambahkan, selain menimpa rumah, enam titik longsor menimpa jalan di Kecamatan Gumelar. Salah satunya menyebabkan akses ke Kecamatan Gumelar sempat lumpuh total. Longsor terjadi pada Senin dinihari. Tadi pagi, jalur utama menuju kecamatan sudah mulai dibersihkan dan dapat dilewati kendaraan roda empat. Namun dibutuhkan penanganan lanjutan dengan alat berat untuk membersihkan material yang masih tersisa di pinggir jalan.

“Langkah taktis, hari ini kita bagi menjadi tiga tim. Jadi ada tim yang di Ciwaras, khususnya menanangi puing dan material. Kemudian tim yang menangani jalan umum,” pungkasnya.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Basfin Siregar

Basfin Siregar
19-12-2017 19:37