Main Menu

Pengungsi Banjir Sidareja Mulai Terserang Penyakit, 1 Dilarikan ke RS

Basfin Siregar
27-12-2017 18:07

Banjir Semakin tinggi, jumlah pengungsi mencapai 172 orang. Puluha pengungsi terserang penyakit. (Gatra.com/Ridlo Susanto).

Cilacap, Gatra.com – Puluhan pengungsi banjir Sidareja Kabupaten Cilacap mulai terserang penyakit pada hari kedua mengungsi ini. Satu di antaranya, harus dirawat di Puskesmas Rawat Inap Sidareja. jumlah pengungsi pun semakin bertambah menyusul hujan lebat yang menyebabkan genangan semakin tinggi. Saat ini, jumlah pengungsi mencapai 172 orang.

Tenaga Medis yang ditugaskan di pengungsian, Anik Suryani mengatakan, pengungsi atas nama Maryah terserang disentri. Hari ini Maryah akan segera dibawa ke Puskesmas lantaran kondisinya turun. Maryah mengaku sudah menderita disentri sehari sebelum mengungsi, atau sudah sakit selama tiga hari.

“Ini yang sakit mau dibawa ke Puskesmas karena kena disentri. Yang menjalani pengobatan 25 orang,” katanya, Kamis (21/12).

Anik khawatir, disentri yang diderita Maryah menular ke pengungsi lainnya, terutama pada kelompok rentan, seperti bayi dan balita. Pasalnya, di tempat pengungsian Panti Asuhan Kasih Sayang Sepanjang Masa, Sidareja terdapat 20-an bayi dan balita yang turu mengungsi. Jumlah keseluruhan pengungsi di tempat ini adalah 67 jiwa.

“Kalau yang berat hanya satu, akan dirawat di Puskesmas rawat inap, takutnya menular. Soalnya disentri, sih. Sudah tiga hari ini. Cuma karena dia kemarin tidak mau, ini mau dibawa saja,” ujarnya.

Menurut dia, Saat ini dari 67 pengungsi tersebut, 25 di antaranya mulai terserang penyakit gatal-gatal dan batuk pilek. Khusus gatal, dia menduga pengungsi sudah mulai terserang sejak di rumah. Pasalnya, rendaman di permuikan penduduk sudah terjadi berkali-kali. Namun, lantaran kondisi menurun, berbagai penyakit muncul bersamaan.

“Ya penyakitnya gatal dan pusing. Ya barangkali, beberapa hari sudah mulai meninggi, mungkin keseringan kena air,” kata dia. 

Dia mejelaskan, sebenarnya penyakit yang kebanyakan diderita para pengungsi berkategori ringan. Yang dikhawatirkan, dari penyakit awal yang diderita kemudian muncul penyakit sekunder, misalnya infeksi. Gatal-gatal, jika tak ditangani secara serius pun, dapat memunculkan gejala penyakit sekunder.

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) wilayah Sidareja, Agus Sudaryanto mengatakan BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Cilacap untuk menangani kesehatan para pengungsi dan warga di area terdampak.

“Sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Petugas kesehatan mengontrol di masing-masing pengungsian,” kata Agus.

Agus mengemukakan, soal kebutuhan pengungsi, BPBD mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, petugas BPBD dan relawan. Para pengungsi di masing-masing Posko Pengungsian juga mendirikan dapur umum mandiri. Adapun BPBD mendistribusikan bahan makan mentahnya.

“Kelompok rentan menjadi prioritas penanganan BPBD. Disediakan makanan untuk bayi dan balita. Disediakan pula susu formula dan makanan tambahan untuk balita dan anak-anak,” jelasnya.

Agus menambahkan, para pengungsi yang secara total berjumlah 172 orang, ditempatkan di empat lokasi pengungsian, yakni Gedung Koramil Sidareja, Balai RT Sidareja, Aula Kecamatan Sidareja dan Panti Kasih Sepanjang Masa.

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Basfin Siregar

Basfin Siregar
27-12-2017 18:07