Main Menu

Kerugian Akibat Gempa Cilacap Rp 6,6 Miliar

Basfin Siregar
27-12-2017 18:24

Gempa Cilacap Sebabkan Kerugian Rp 6,6 Miliar. (Gatra.com/Kustoro/Ridlo Susanto)

Cilacap, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memverifikasi jumlah kerusakan yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 6,9 skala ritcher (SR) yang mengguncang Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta sebagian pulau Jawa.

Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy menerangkan, hasil pendataan dampak gempa hingga Selasa (19/12) lalu, jumlah keseluruhan rumah dan fasilitas umum yang rusak mencapai 668 unit.

Kata dia, Kerusakan tersebut terdiri atas 71 rumah roboh, 133 rusak berat, 94 rusak sedang, dan 370 rusak ringan yang tersebar di 20 kecamatan dan 80 desa dari total 24 kecamatan, 262 desa, dan 15 kelurahan di Kabupaten Cilacap. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 6.617.318.000.

Namun, menurut Komara, jumlah ini berubah seiring pelaksanaan verifikasi di lapangan. Meski pendataan dinyatakan ditutup pada Selasa, namun hingga kini masih ada data yang masuk dari desa-desa yang jauh dari jangkauan dan terlambat melaporkan, meski jumlahnya tidak terlalu signifikan.

“Sedang diverifikasi,” katanya, Sabtu (23/12).

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Cilacap wilayah Sidareja, Agus Sudaryanto mengatakan, verifikasi awal dilakukan oleh Tim gabungan BPBD Cilacap dan BNPB di wilayah Distrik Sidareja yang meliputi enam kecamatan. Enam Kecamatan tersebut yakni Sidareja, Kedungreja, Cipari, Patimuan, Gandrungmangu dan Bantarsari.

Menurut Agus, pendataan masih berlangsung. Ada kemungkinan perubahan data awal yang dilaporkan pemerintah desa berbeda dengan hasil verifikasi. Dia mencontohkan, di Rawajaya, Kecamatan Gandrungmangu, Pemerintah Desa melaporkan ada 13 rumah roboh. Namun, setelah diverifikasi, satu rumah yang diklasifikasikan rusak berat berubah menjadi roboh.

Pasalnya, kata Agus, klasifikasi roboh dan rusak berat tidak jauh berbeda. Data ini lantas berubah dari 13 rumah menjadi 14 rumah roboh.

“Karena, di sana sendiri, klasifikasi di sana tidak jauh berbeda. Karena 70 persen. Kita verifikasi dan pendataan. Ada kemungkinan seperti ini, jadi yang tadinya sebelum diverifikasi rusak berat, tetapi dengan melihat dokumentasi yang ada jadi roboh,” kata Agus.

Sidareja menjadi salah satu daerah paling terdampak. Di enam kecamatan, ada ratusan rumah yang terdampak. Dia juga menjelaskan, ini akan berkembang seiring pendataan dan validasi yang dilakukan oleh tim verifikasi.

“Jumlahnya ini, untuk Sidareja ini 48 rumah roboh, rusak berat 83, 30 rusak sedang, dan rusak ringan 170 rumah,” ujarnya.

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Basfin Siregar

Basfin Siregar
27-12-2017 18:24