Main Menu

Natal Bernuansa Sakura di Gereja Katedral Purwokerto

Basfin Siregar
27-12-2017 18:27

Tema sakura mewarnai perayaan Natal di Gereja Katedral Purwokerto. (Gatra.com/Ridlo Susanto)

 

Purwokerto, Gatra.com –Gereja Katedral Kristus Raja Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah menyuguhkan deekorasi berbeda pada perayaan Natal 2017 ini. Altar dan sejumlah bagian lain gereja disulap menjadi bernuansa Jepang dengan hadirnya pohon-pohon sakura dan beragam ornamen lain.

Sebanyak 7.000 bunga sakura berawarna merah jambu menghiasi dahan dan ranting, membuat replika kandang domba tempat Yesus dilahirkan terlihat lebih damai dan terkesan anggun. Kesan gereja berada di negeri matahari terbit pun lebih kental lagi dengan berbagai atribut bertuliskan huruf kanji.

Romo Paroki Katedral Kristus Raja, RD Bonifasius Abbas mengatakan, dekorasi ala negeri para samurai yang mulai disetting beberapa hari lalu membuat banyak jemaat bertanya-tanya tentang kaitannya dengan tema Natal tahun ini. Menurutnya, banyak jemaat penasaran karena ada pohon Sakura berukuran cukup besar dan kalimat dalam Bahasa Jepang yang berarti "Kemuliaan bagi Allah di Tempat Yang Maha Tinggi".

Bonifasius menerangkan, daun dan bunga pohon sakura merupakan perlambang totalitas cinta kasih Tuhan kepada hambanya.  Dibuat menggunakan lebih dari 7.000 imitasi bunga yang digunting oleh para pemuda gereja sejak awal Oktober 2017.

“Ketika mekar, Bunga Sakura tidak meninggalkan satu daun pun. Semua bunga berwarna pink. Ini menjadi simbol totalitas cinta kasih Yesus kepada manusia,” jelas Romo.

Menurut dia, makna sakura bisa pula diartikan bahwa proses mewujudkan cinta kasih tidak ada yang berjalan instan. Yesus pun harus jatuh bangun untuk mewujudkan cintanya kepada manusia. Bahkan, Yesus pun harus menderita kepedihan, sejak dilahirkan. Ia dilahirkan di kandang domba, lantaran ketiadaan rumah yang menampung.

“Ribuan bungan sakura mengekspresikan cinta kasih. Bunga ini menjadi simbol kegembiraan umat menyambut datangnya kelahiran Yesus Kristus,” jelasnya.

Koordinator Dekorasi Natal bernuansa Jepang, Agustinus Kus Anggoro (56) menerangkan, dekorasi ini sengaja dibuat melalui kesepakatan pihak gereja. Ide perayaan natal bernuansa Jepang ini, menurut dia, penuh pertimbangan filosofis. 

Bunga Sakura yang mekar dan rimbun dengan warna khas merah muda mengubah suasana menjadi segar. Kekhasan bunga Sakura yang banyak digandrungi anak muda ini juga diharap mampu menarik sekaligus meneduhkan suasana batin pemuda Kristiani yang merayakan Natal. 

Kus Anggoro mengemukakan, melalui tema lanskap Sakura ini, gereja ingin berpesan bahwa Yesus Kristus bisa hadir dan terlahir dimana pun untuk semua umat, termasuk di negeri matahari terbit. “Yesus milik semua umat, bukan satu golongan tertentu,” ucap Kus Anggoro. 

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Basfin Siregar

 

Basfin Siregar
27-12-2017 18:27