Main Menu

Rugi Rp 8,9 M Akibat Gempa, Cilacap Ajukan Bantuan Rehabilitasi ke BNPB

Basfin Siregar
27-12-2017 18:31

Hasil verifikasi di 80 desa 21 kecamatan Kabupaten Cilacap, data sementara Cilacap merugi Rp 8,9 miliar akibat gempa 6,9 SR. (Dok. BPBD Cilacap/FT02)

Cilacap, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah bakal mengajukan bantuan rehabilitasi rumah terdampak gempa 6,9 SR, Jumat (15/12) lalu kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan perkiraaan kerugian akibat gempa di Cilacap mencapai Rp 8,9 miliar. Angka sebesar ini diperoleh dari laporan kerusakan yang terdiri dari 74 rumah roboh, 173 rusak berat, 94 rusak sedang, dan 370 rusak ringan yang tersebar di 80 desa di 21 kecamatan dari total 24 kecamatan yang ada di Cilacap.

Namun, kata Komara, usulan bantuan tak diberikan ke seluruh rumah terdampak, melainkan yang berkategori roboh dan rusak berat, yang berjumlah 74 unit roboh dan 173 rusak berat. Adapun kerusakan sedang dan ringan sementara ini tak masuk skema bantuan.

“Itu yang rusak itu kan bukan hanya rumah, itu ada pasar ada sekolahan. Rumah roboh 74, rusak berat 173,”katanya kepada GATRA, Selasa (26/12). 

Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) secara terbatas sudah mulai mendistribusikan bantuan bahan bangunan rumah (BBR), berupa kayu kaso, abses dan semen. Bantuan juga datang dari kalangan swasta.

“Sudah dimulai, untuk rumah roboh, sementara ini sudah didistribusikan oleh Forkominda, Muspida. Kemudian dari dunia usaha,” ujarnya.

BPBD Cilacap juga akan memasukkan alokasi bantuan rehabilitasi rumah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). Pasalnya, APBD Definitif sudah diketok palu. Sebab itu, anggarannya baru bisa dicairkan sekitar akhir tahun anggaran 2018.

Tri Komara menerangkan, sejumlah rumah yang roboh sudah memperoleh bantuan rehabilitasi rumah dari Pemprov Jateng dan APBD Cilacap. Dari provinsi, rumah roboh memperoleh bantuan sebesar Rp 15 juta, adapun rusak berat Rp 10 juta per rumah. Sedangkan dari APBD Cilacap, rumah roboh memperoleh bantuan Rp 4 juta.

“Ya nanti kita mengajukan permohonan (bantuan rehabilitasi rumah ke BNPB). Itu belum seluruhnya diverifikasi,” jelasnya.

Namun, lantaran keterbatasan anggaran belum seluruhnnya memperoleh bantuan. Sebab itu, BPBD mengajukan bantuan rehabilitasi rumah ke BNPB. Dia memperkirakan, pada semester pertama 2018, bantuan BNPB bisa didistrisbusikan kepada korban gempa.

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Basfin Siregar

 

Basfin Siregar
27-12-2017 18:31