Main Menu

19 Dokter TNI Tiba di Asmat

Bernadetta Febriana
16-01-2018 17:40

Para dokter dan tim medis tiba di Bandara baru Timika (GATRA/Katharina Lita/yus4)

Mimika, Gatra.com - Mabes TNI mengirimkan 19 dokter untuk penanggulangan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Ke-19 dokter  tersebut terdiri dari 4 dokter dari Kodam XVII/Cenderawasih dan 15 dokter dari Mabes TNI.

 

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menuturkan para dokter diberangkatkan bersama 53 orang tim medis yang terdiri dari ahli gizi dan perawat. "Makanan dan obat-obatan juga sudah dikirim secara bertahap sejak pagi dengan menggunakan jalur udara dan jalur sungai," kata Aidi, Selasa (16/1).

 

Pendropingan bahan makanan dan obat-obatan, serta para medis dilakukan melalui jalur Timika menuju Asmat. Perjalanan lewat udara dilakukan dengan menggunakan helikopter jenis Bell dan Bolco milik Kodam Cenderawasih. Menurut Aidi, hari ini pesawat Twin Otter Airfast ikut melakukan pendropingan para dokter, para medis, obat-obatan dan makanan tambahan dari Pemkab Asmat.

 

Perjalanan lewat udara dari Timika menuju Asmat ditempuh dengan jarak 45-50 menit. Sementara lewat jalur sungai dari Timika-Asmat ditempuh dengan waktu 10 jam.  "Kedua helikopter digunakan hingga selesainya Operasi Satgas Kesehatan Kejadian Luar Biasa (KLB) Asmat. Setiap hari, heli ini dapat digunakan. Jika cuaca bagus, heli ini dapat terbang kapan saja," ujar Aidi.

 

Kodam XVII/Cenderawasih memusatkan posko pengobatan langsung di Asmat. Sejumlah speedboat disediakan untuk langsung mengantarkan para dokter ke sejumlah distrik yang terkena wabah campak. Para medis dan dokter dari TNI akan bertugas hingga 24 Januari 2018.

 

"Kerja para dokter dan tim medis akan dilaksanakan hingga 10 hari kedepan. Tapi semua itu tentatif, sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ucapnya.

Satgas Kesehatan KLB Asmat dipimpin oleh Danrem 174/ATW, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dengan didampingi Kepala Dokter, Kakesdam XVII/Cenderawasih, Kol CKM dr Bambang Cahyono. Tim Satgas Kesehatan KLB Asmat merupakan tim dokter dan para medis pertama yang ikut dalam penanggulangan wabah campak di Asmat.

 

Wabah campak di Asmat sendiri telah menyebabkan 59 anak dan balita meninggal dunia, sejak September 2017 hingga Januari 2018. Wabah tersebut menyerang 23 distrik dan menyebabkan  568 anak dan balita terkena campak hingga gizi buruk.


 

Reporter : Khatarina Lita

Editor : Bernadetta Febriana

 

 

Bernadetta Febriana
16-01-2018 17:40