Main Menu

Panen Picu Harga Beras Berangsur Turun

G.A Guritno
10-02-2018 16:18

Seorang petani tengah memanen padi. (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Banyumas, Gatra.com – Harga beras dan gabah di Kabupaten Cilacap dan Banyumas mulai turun menyusul mulai stabilnya pasokan gabah ke pengusaha beras di dua kabupaten ini. Pasokan gabah stabil bersamaan dengan dimulainya panen di sejumlah sentra penghasil padi.

 

 

 

Seorang pedagang beras dan hasil pertanian di Pasar Karangpucung, Bariyah mengatakan pekan ini, harga beras kualitas medium jenis IR 64 turun dari harga Rp 13 ribu per kg menjadi Rp 12 ribu per kg, atau menurun Rp 1.000 per kg.

 

 

 

Adapun harga beras campur atau kualitas biasa, turun dari Rp 12 ribu menjadi Rp 11 ribu per kg. Beras campur adalah beras hasil penggilingan padi yang dicampur dengan beras bulog yang dijual oleh konsumen.

 

 

 

Sekarang sudah turun. Yang kemarin Rp 13 ribu kan sekarang Rp 12 ribu. Kemudian yang kemarin Rp 12 ribu sekarang jadi Rp 11 ribu. Ya sudah seminggu,” katanya, Sabtu (10/2).

 

 

 

Menurut Bariyah, penurunan harga ini disebabkan stok pedagang gabah dan beras di sejumlah wilayah Banyumas dan Cilacap mulai pulih. Pasalnya, sejak akhir Januari 2018 lalu, beberapa wilayah sudah mulai panen, meski dalam jumlah yang terbatas.

 

Ya, sebab sudah panen. Ini kan sudah musim panen,” ujarnya.

 

 

 

Namun, ia menyebut harga saat ini masih tinggi dan belum normal. Harga normal beras medium di pasaran adalah Rp 8.500 hingga Rp 9.000 per kg. Harga beras akan normal jika panen raya telah berlangsung, atau sekitar pertengahan Februari hingga Maret 2018 mendatang.

 

 

 

Harga stabil nanti kalau pemerintah sudah beli. Stabilnya ya nanti, berapa Bulog membelinya. Kalau sekarang masih mahal,” jelasnya.

 

 

 

Serupa dengan harga beras, harga gabah di tingkat petani pun mulai turun. Sekretaris Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) Fathurrahman mengatakan harga gabah kering panen (GKP) turun antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per ton. Penurunan harga gabah ini otomatis juga menurunkan harga beras.

 

 

 

Sebelumnya, harga GKP mencapai Rp 5,7 juta hingga Rp 6 juta ribu per ton. Namun, saat ini harganya sudah turun dengan kisaran antara Rp 5,2 juta hingga Rp 5,5 juta per ton saja.

 

 

 

Yang mau beli dengan harga tinggi pilih-pilih. Tidak asal gabah,” jelas Fathur.

 

Dia memperkirakan harga gabah dan beras akan turun drastis menyusul panen raya. Adapun harga GKP pada masa normal adalah Rp 4.500 per kg. Namun, saat ini harganya masih di atas Rp 5.000 per kg.

 

 

 

Reporter: Ridlo Susanto

 

Editor: G.A. Guritno

 

 

 

 

 

G.A Guritno
10-02-2018 16:18