Main Menu

Belum Aman, Ahli Konstruksi Minta Tunda Perjalanan KA Bandara

Fahrio Rizaldi A.
12-02-2018 13:53

Skytrain melintas diantara Terminal 2 dan Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Runtuhnya dinding penahan tanah di underpass Bandara Soekarno-Hatta mengundang kekhawatiran keamanan kawasan bandara. Setelah kejadian itu, akses transportasi ke bandara, khususnya Kereta Api (KA) bandara dihentikan sementara.


Namun, belum lama ini PT KAI kembali membuka operasional KA Bandara karena dinyatakan aman. Ahli konstruksi, Prof. Manlian Ronald Simanjuntak menilai status aman di jalur itu masih dipertanyakan.

"Jangan mudah menyatakan aman. Waspada, apakah dampak keruntuhan sudah ditanggulangi?" ujar Manlian kepada Gatra.com, Senin (12/2).

Menurutnya, diperlukan analisa mendalam untuk memastikan keamanan jalur underpass tersebut. Ada sejumlah elemen bangunan yang harus diperhatikan, karena sudah pasti terkena dampak longsoran beberapa waktu lalu.

"Cara mengamatinya dengan potret visual, harus dicek ulang kemungkinan elemen struktur horisontal balok beton rusak. Amati benar struktur kolom atau dinding apakah mengalami deformasi?" jelasnya.

Guru Besar Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan (UPH) ini juga meminta mengamati potensi pergeseran tanah dalam upaya perbaikan infrastuktur tersebut. Getaran tanah yang terjadi akibat longsor memungkinkan terjadinya keruntuhan total pada dinding penahan tanah itu.

"Semuanya harus dicek. Termasuk manajemen operasional proyek. Cek juga desain awal dan akhir proyek, dan mutu konstruksi," terangnya.

Saat ini, akses underpass itu belum dibuka dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan mobil dan motor. Namun, Manlian juga menyarankan untuk menunda perjalanan kereta api ke bandara. Sebab, kereta api melintas tepat di atas terowongan itu.

"Kereta api melintas tepat di atas terowongan. Itu beresiko. Sebaiknya ditunda dulu sampai dipastikan laik pakai," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo

Fahrio Rizaldi A.
12-02-2018 13:53