Main Menu

Entaskan Kemiskinan, Purbalingga Rehab 2.000 Rumah di 2018

Mukhlison Sri Widodo
17-02-2018 17:12

Pembagian Beras Purbalingga (Rasbangga) untuk 981 kepala keluarga. (GATRA/Ridlo Susanto/yus4)

Cilacap, Gatra.com – Pemerintah Daerah Purbalingga, Jawa Tengah terus menggenjot program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai salah satu upaya mengurangi angka kemiskinan di kabupaten ini.

Bupati Purbalingga, Tasdi mengklaim, pada awal kepemimpinannya, angka kemiskinan di kabupaten Purbalingga mencapai 11,6 persen atau lebih dari 27.552 rumah. Ribuan rumah ini kondisinya tak sehat dan tidak layak huni.

“Kami berkomitmen untuk merehab seluruh rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat layak huni. Tahun ini kita targetkan lagi 2000 RTLH dapat ditangani. Nanti kita dorong lagi para kepala desa dan OPD untuk terlibat dalam program ini,” katanya, saat bedah rumah di Purbalingga, Sabtu (17/02).

Selama dua tahun program rehab RTLH, kata dia, sudah hampir 9.000 rumah tertangani, baik dari APBD Purbalingga, Provinsi, Pusat, para kepala desa dan CSR (corporate Social Responsibility) dari sejumlah pihak baik lembaga dan paguyuban. 

Melalui penanganan itu, saat ini masih ada 18 ribu. “Untuk program ini kita kroyokan bareng-bareng hingga sampai nanti tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni,” ujarnya.

Selain rehab RTLH, sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam Gebyar Germas yang di pusatkan di lapangan SMP Negeri 1 Pengadegan. Bupati bersama tim Batik Lurik Puskesmas Pengadegan mengunjungi rumah Alika Putri (11) anak penderita Meningitis dan Feliana Rizki penderita Hidrocefalus.

Selain itu, bupati juga juga membagikan Beras Purbalingga (Rasbangga) untuk 981 kepala keluarga. Secara bersama-sama, bupati dan warga masyarakat juga melakukan pemeriksaan kesehatan di stand Posbindu.

Lantas, bupati dan rombongan meninjau stand lomba tumpeng buah dan sayur, lomba mewarnai dan melukis tong sampah, pembagian makanan tambahan (PMT), peninjauan stand UMKM, pemeriksaan IVA dan pemasangan implant gratis serta penandatanganan komitmen Germas.

“Inovasi yang dilakukan Puskesmas Pengadegan perlu ditiru oleh yang lainnya. Jadi kegiatan Gebyar Germas yang akan datang bisa mencontoh seperti yang dilakukan Pengadegan ini,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Germas, lantas dilanjutkan dengan grebeg gunungan dan makan buah bersama, launching kegiatan Batik Lurik dan Pemilu, penyerahan Posbindu Kit dan kelambu serta penyerahan hadiah doorprize. Acara juga dimeriahkan dengan persembahan tari tradisional dari siswa SD setempat.

Bupati Tasdi juga berpesan agar stand Posbindu dapat diperbanyak dalam setiap kegiatan Gebyar Germas, agar masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan gratis dengan maksimal.

“Harus ada edukasi atau penjelasan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendukung suksesnya Germas,” dia menambahkan.


Reporter : Ridlo Susanto

 

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
17-02-2018 17:12