Main Menu

Antisipasi Jalur Longsor, KAI Purwokerto Pasang Pengaman

G.A Guritno
13-03-2018 21:14

Ilustrasi jalur kereta api.(GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

 

Purwokerto, Gatra.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop 5) Purwokerto memasang jaring pengaman dan crucuk atau pagar batang bambu dan besi untuk mengantisipasi kawasan rawan longsor pada puncak musim penghujan ini.

 

 

 

Kepala Daop 5 Purwokerto, Yosita Dachtiar mengatakan pihaknya memasang pengaman di lima wilayah yang diidentifikasi rawan longsor, yakni jalur antara Tambak-Stasiun Ijo, Kranggan, Linggapura, Kebasen dan Notog. Wilayah itu rawan longsor lantaran jalur rel berimpitan dengan tebing.

 

 

 

Pengamanan dengan crucuk itu adalah langkah pengamanan jangka pendek untuk mengansitipasi bencana di daerah perbukitan yang rawan.

 

 

 

Untuk jangka pendek, tetap kita mengupayakan pembersihan selokan, yang kedua dengan memasang crucuk di sana. Biar nanti kalau ada tanah yang jatuh bisa tertahan,” kata Yoshita, Selasa (13/3).

 

 

 

Dia menjelaskan, pada musim penghujan, daerah yang melintas wilayah perbukitan rawan gerakan tanah longsor, gogosan rel. Adapun daerah dataran rendah rawan genangan. Sebab itu, KAI Daop 5 mengerahkan petugas untuk membersihkan saluran air dan membangun crucuk.

 

 

 

Dalam jangka panjang, kata Yosita, jalur rel yang rawan akan dipindah ke jalur rel baru yang kini tengah dikerjakan dalam proyek jalur ganda (double track)

 

 

 

Selain itu, petugas khusus pun ditempatkan di daerah-daerah rawan longsor. Dengan begitu, jika terjadi bencana alam akan langsung diketahui dan dilaporkan.

 

 

 

Cara kita menananganinya kita ada dua, yakni jangka pendek dan menengah. Kalau jangka menangah kami tidak terlalu memikirkan lagi, karena khusus untuk Stasiun Tambak-Ijo, karena akan ada trek baru,” jelasnya.

 

 

 

Dia mengungkapkan, pekan lalu, longsor dan banjir terjadi di Banyumas dan sekitarnya. Salah satu yang terimbas adalah jalur kereta api. Tanah longsor menimpa saluran air antara Tambak-Stsiun Ijo. Akibatnya, rel KA tergenang dan menyebabkan sejumlah perjalanan KA dihentikan darurat.

 

 

 

Yosita menambahkan, selain rawan longsor dan gogosan rel, pada musim penghujan ini ada sejumlah titik yang rawan ambles. Pihaknya mengantisipasi dengan menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan di sejumlah titik.

 

 

 

Reporter: Ridlo Susanto

 

Editor: G.A. Guritno

 

 

 

 

 

G.A Guritno
13-03-2018 21:14