Main Menu

Program Tunjangan Mahasiswa Bikinan Ahok Dihapus Anies Sandi

Abdul Rozak
09-04-2018 17:04

Wakil ketua badan pembentukan peraturan daerah DPRD DKI Merry Hotma (Dok.Merry Hotma/RT)

Jakarta, Gatra.com - Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dihapus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Program yang digagas oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok itu tidak ada di Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov DKI Jakarta 2018 - 2022.

 

Penghapusan KJMU untuk mahasiswa ini dinilai sebagai langkah mundur oleh DPRD DKI Jakarta. Dewan khawatir siswa di Jakarta yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akan semakin banyak.

 

"Bagaimana nasib KJP mahasiswa (KJMU), kami tidak menemukannya di dalam RPJMD 2018 - 2022 yang disusun oleh gubernur," ungkap Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD DKI Jakarta Merry Hotma di Jakarta, Senin (9/4).

 

Merry menegaskan Jakarta tidak akan bisa sejajar dengan kota-kota besar di dunia jika jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi semakin banyak.

 

"Jakarta ini ibu kota negara, katanya mau sejajar dengan kota besar dan maju lain di dunia. Tapi, akses mereka ke perguruan tinggi itu sudah gratis, Jakarta kan tidak, justru KJP mahasiswa dihapus," tutup politisi PDIP tersebut.

 

KJMU diberikan kepada siswa Jakarta yang masuk ke perguruan tinggi negeri. Penerima KJMU berhak atas uang pendidikan sebesar Rp 18 juta per tahun atau Rp 9 juta per semester. Di tahun 2017, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp 58 milyar untuk 594 penerima KJMU.


 

Reporter: Abdul Rozak

Editor: Hendri Firzani

Abdul Rozak
09-04-2018 17:04