Main Menu

Donohudan Padat, Jogja Butuh Asrama Haji

Mukhlison Sri Widodo
10-04-2018 16:57

Kakanwil Kemenag DIY Lutfi Hamid (tengah). (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DI Yogyakarta menilai kondisi asrama haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, semakin padat. 

Dengan masa tunggu keberangkatan haji hingga 2032, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta membutuhkan embarkasi baru.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Kanwil Kemenag DI Yogyakarta Muhammad Lutfi Hamid usai bertemu dengan Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (10/4).

“Saat ini kapasitas asrama haji Donohudan hanya empat kloter per hari dengan satu kloter berisi 355 calon jemaah haji. Total kloter yang dilayani Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mencapai 42 kloter,” jelas Lutfi.

Meski dinilai mencukupi, sistem satu kloter keluar dan satu kloter masuk, mempengaruhi sedikitnya jam istirahat jamaah. Terlebih jam keberangkatan ke tanah suci sudah dijadwalkan.

Dengan kondisi seperti itu, kehadiran asrama haji baru sangat dibutuhkan. Kemenag mengusulkan asrama haji  ini dibangun di Yogyakarta.

“Alasannya Yogyakarta memenuhi syarat dibangun asrama haji. Jumlah jemaah hajinya yang cukup besar yaitu mencapai sembilan kloter. Ini belum lagi dengan masa tunggu hingga 2032,” lanjut Lutfi.

Apalagi dengan kehadiran bandara baru di Kulonprogo. Nantinya jarak tempuh dari asrama haji ke bandara kurang dari 60 menit.

Kehadiran bandara juga mengubah kapasitas angkut pesawat yang saat ini hanya mampu menerbangkan 355 jemaah, nanti bisa bertambah menjadi 455 karena pesawat ukuran besar bisa mendarat.

Selain melayani jemaah asal DI Yogyakarta, asrama haji ini nanti juga bisa digunakan untuk menampung jemaah dari kawasan selatan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Aksesnya akan dipermudah dengan  jalan jalur lintas selatan.

“Agar terealisasi, kami meminta Pemda DI Yogyakarta menyediakan lahan seluas 1,5 hektar dan Kemenag yang akan membangun gedungnya melalui dana yang tersimpan di Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” lanjutnya.

Lutfi memastikan, ketersediaan lahan ini penting karena menjadi stimulan bagi Kemenag untuk mengeluarkan dana pembangunan. 

Embarkasi baru ini bisa ditempatkan di Bantul atau Kulonprogo yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara.

Pemda DIY menyambut positif usulan ini. Bahkan Sekda Gatot Saptadi ingin hal itu tidak lagi menjadi wacana namun terwujud hingga bisa menampung 15 kloter.

“Perkiraan kami, asrama haji ini akan diwujudkan usai pembangunan bandara. Minimal tahun depan baru akan dipastikan. Selain digunakan untuk kegiatan tahunan, embarkasi ini juga akan digunakan untuk kegiatan di luar haji,” kata Gatot.

Soal lokasi asrama haji ini akan dibangun, Gatot mengatakan Kulonprogo menjadi pilihan yang logis sebab cukup dekat dengan bandara baru yang akan menjadi embarkasi baru.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
10-04-2018 16:57