Main Menu

Ikan Ekor Kuning Sebabkan Inflasi Di Jayapura

Bernadetta Febriana
12-04-2018 13:36

Penjualan ikan di pasar Kota Jayapura, papua. (GATRA/Khatarina Lita/FT02)

Jayapura, Gatra.com - Ikan ekor kuning, cakalang dan cabai rawit menjadi penyumbang  inflasi kelompok pangan terbesar di Kota Jayapura pada Maret 2018, dengan sumbangan masing-masing 1,41 persen, 0,41 persen dan 0,22 persen.



Peningkatan harga komoditas ikan disebabkan oleh tingginya gelombang di perairan laut Papua, sehingga produksi tangkapan ikan menurun karena nelayan jarang yang melaut.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Fauzan dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura menyebutkan  pada komoditas hortikultura terjadi peningkatan harga, karena disebabkan oleh curah hujan yang tinggi,  sehingga menyebabkan panen pada lahan pertanian tidak optimal. 

Sementara, komoditas penyumbang deflasi di Kota Jayapura adalah apel, sawi hijau dan jeruk dengan sumbangan masing-masing sebesar -0,018 persen, -0,018 persen, dan -0,017 persen. 

Catatan Bank Indonesia Provinsi Papua menyebutkan tekanan harga barang dan jasa di Provinsi Papua mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Provinsi Papua tercatat mengalami inflasi sebesar 1,58 persen,  lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,01 persen.

Sementara itu, secara tahunan inflasi Papua pada bulan Maret 2018 sebesar 3,16 persen dari tahun ke tahun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,62 persen dari tahun ke tahun yang  lebih rendah dari inflasi rata-rata 2 tahun terakhir yang sebesar 3,53 persen. 

TPID Kota Jayapura memperkirakan pada April 2018, inflasi diperkirakan lebih rendah dari bulan Maret 2018. Beberapa faktor yang berpotensi memicu inflasi di bulan April 2018 diantaranya penyesuaian tarif bahan bakar minyak, rencana peningkatan harga pokok produksi gula petani, ketidakpastian cuaca di Papua. 

Sementara itu, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika wilayah V Jayapura menyebutkan tinggi gelombang di Samudera Pasific Utara Biak bisa mencapai 0,20 - 2 meter hingga beberapa hari ke depan.


Reporter : Khatarina Lita

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
12-04-2018 13:36