Main Menu

Jokowi Bakal Lakukan Groundbreaking Bandara JB Soedirman Purbalingga

G.A Guritno
13-04-2018 11:51

Survei lokasi peletakan batu pertama (Groundbreaking) Bandara JB Soedirman yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. (Dok. Dinkominfo Purbalingga/FT02)

Purbalingga, Gatra.com – Presiden Jokowi dijadwalkan akan melakukan groundbreaking atau peletakkan batu pertama Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) akhir April 2018 ini. Kepastian itu disampaikan oleh Bupati Purbalingga, Tasdi usai bertemu Dirut PT Angkasa Pura ll (Persero) dan Menteri Perhubungan pada Jumat 6 April 2018 serta menghadap Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) pada Selasa, 10 April 2018.

 

“Insyaallah Bapak Presiden Jokowi mau hadir di Purbalingga. Jadi groundbreaking atau peletakan batu pertama, akan dilakukan oleh Pak Presiden,” katanya, melalui keterangan tertulis yang diterima GATRA, Jumat (13/4).

Menurut Tasdi, rencana kehadiran Jokowi juga sudah ditindaklanjuti oleh Tim Kordinasi Angkasa Pura II yang terdiri dari unsur Corporate Secretary, Operation Division dan EO Pacto. Mereka telah melaksanakan kunjungan lapangan ke Lanud JB Soedirman.

Kunjungan lapangan untuk survei lokasi tempat peletakan batu pertama, survei jalur, persiapan lokasi dan pemantapan basic design. Survei dilakukan dua hari, antara 11 – 12 April.

Ketua Tim Survei, Untung Basuki menerangkan, survei dilakukan dalam rangka persiapan peletakan batu pertama yang akan dihadiri oleh Presiden RI Jokowi. Survei juga dilakukan untuk mematangkan rencana pengoperasian bandara dan mengakomodir kebutuhan panjang landasan sepanjang 1500 meter sehingga dapat didarati pesawat jenis ATR.

“Sampai saat ini kebutuhan lahan masih kita matangkan sehingga kedepan Bandara JB Soedirman ini dapat dikembangkan dengan panjang landasan 1600 meter sehingga mampu didarati pesawat jenis Boing,” terang Basuki.

Kabid Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menegaskan, provinsi Jawa Tengah sangat berkomitmen pada rencana pengembangan bandara JB Soedirman. Sesuai MoU, peran masing-masing pihak sudah ditentukan.

Pada 2018 ini, Bandara JBS sudah dimasukan dalam RAK (Rencana Anggaran Kegiatan) untuk penambahan landasan yang akan disesuaikan dengan RIP (Rencana Induk Pengembangan) .

“Untuk mendukung keberadaan bandara, nanti pada bulan Juni juga akan di-launching pengoperasian BRT (Bus Rapid Transit) Purbalingga-Purwokerto. Ini salah satu dukungan provinsi juga dalam pengembangan bandara JB Soedirman,” jelasnya.

Dia memastikan, pemerintah provinsi juga bertanggung jawab manakala dibutuhkan tanah tambahan sesuai dengan RIP. RIP itu bakal disahkan oleh Kementerian Perhubungan.

“Kita ikuti disitu. Pada intinya provinsi tetap berkomitmen dan bila nantinya harus ada tambahan panjang landasan akan tetap kita penuhi,” tegas Henggar.


Penulis: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
13-04-2018 11:51