Main Menu

Polda Sumsel Limpahkan Kasus ABU Tour ke Polda Sulsel

Iwan Sutiawan
16-04-2018 15:16

Calon jamaah umrah Abu Tour di kantor perwakilan Abu Tour Palembang, Sumatera Selatan. (GATRA/Tasmalinda/FT02)

Palembang, Gatra.com - Biro perjalanan ibadah umroh PT Amanah Bersama Umat (PT ABU) Tour tidak lagi memberangkatkan jemaahnya. Sementara, kasus penyelidikan atas pelaporan di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) dilimpahkan ke Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, di Palembang, Senin (16/4), menyampaikan, kasus penyelidikan ABU Tour diputuskan untuk dilimpahkan ke Polda Sulsel mengingat lokus perusahaan induknya berada di wilayah Sulsel.

"Sudah kita limpahkan dan sudah dikordinasikan dengan Mabes Polri. Pelimpahan juga sudah dilakukan dan penyelidikan sepenuhnya dilakukan oleh Polda Sulsel," katanya kepada sejumlah awak media.

Sampai dengan dilimpahkan kasus ini kepada Polda Sulsel, Polda Sumsel belum menetapkan tersangka ataupun mengamankan aset-aset dan lainnya yang ada di Palembang, Sumsel.

Dia mengatakan, proses pelimpahan penyelidikan juga menyertakan pelimpahan seluruh laporan, baik dari jemaah maupun agen yang sudah diterima di Polda Sumsel. Sampai sekarang, Polda Sumsel juga masih membantu jikalau dibutuhkan proses pengembangan penyelidikan dari pihak penyidikannya.

"Meski dilimpahkan, Polda Sumsel masih akan berkordinasi dan turut menyediakan berbagai data dan informasi, jika dibutuhkan," ujar Zulkarnain.

Sementara keberangkatan jemaah ABU Tour sudah berakhir pada 9 April lalu. Terakhir, ABU Tour memberangkatkan hingga 175 jemaah melalui penerbangan Bandara SMB II Palembang.

Kasus ini mencuat setelah pihak penyelenggara perjalanan umroh ini gagal memberangkatkan sekitar 1.665 jemaah asal Sumsel pada Januari lalu. Pada Februari, agen perjalanan menjanjikan memberangkatkan jemaah asal Sumsel dengan jadwal yang berubah.

Atas kebijakannya pula, agen tersebut membuat maklumat yang isinya akan memberangkatkan jemaah dengan syarat menambah ongkos perjalanan dengan nomimal dan sistem yang beragam.

Meski dijanjikan untuk diberangkatkan, namun ratusan jemaah makin kesal dan membuat laporan atas tindakan dugaan penimpuan pada agen perjalanan tersebut. Laporan atas tindak kriminalitas itupun dilakukan baik oleh jemaah atau agen perjalanannya.

Pada akhir bulan Maret, pemerintah resmi mencabut izin operasional perjalanan umroh tersebut bersama dengan tiga biro lainnya. Saat penyelidikan lanjutan, pihak penyidik Polda Sumsel pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap kepala cabang agen perjalanan tersebut di Palembang.

Namun berdasarkan koordinasi penyidik, kasus tersebut dilimpahkan (disatukan) penyelidikannya oleh Polda Sulsel. Sebelumnya, Polda Sulsel juga sudah menetapkan pemilik agen perjalanan ABU Tour, Abu Hamzah, sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
16-04-2018 15:16