Main Menu

Menaker Hanif Dakhiri Janji Bantu Perjuangkan Terpenuhinya Hak-Hak TKI Parinah

G.A Guritno
16-04-2018 17:28

Menteri Tenaga Kerja, Muhamad Hanif Dhakiri (GATRA/Ridlo Susanto/yus4)

Purwokerto, Gatra.com – Kementerian Tenaga Kerja (kemenaker) bakal berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk menyelesaikan kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Parinah yang dinilai sebagai korban perbudakaan modern.

 

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri mengatakan, selain unsur pidana, kasus Parinah merupakan kasus ketenagakerjaan atau perburuhan (labour case) yang mestinya menjadi domain Kemenaker.

Namun, lantaran Indonesia tak memiliki Atase Ketenagakerjaan, maka apa yang dilakukan tergantung pada apa yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London.

“Dan tentunya, nanti saya cek dulu kasusnya. Kenapa saya harus cek dulu kasusnya? Karena kasusnya itu kan berada di London, dan kita tidak memiliki atase ketenagakerjaan di London. Makanya semuanya itu sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh KBRI,” katanya, di Purwokerto, Sabtu (14/4).

Hanif memastikan pemerintah akan membantu agar hak-hak Parinah ditunaikan oleh sang majikan. Antara lain, gaji Parinah selama 18 tahun, sejak di Arab Saudi hingga dibawa masuk ke London, Inggris.

Selain itu, hak Parinah lainnya seperti cuti dan hak berkomunikasi juga akan menjadi bagian dari tuntutan yang harus ditunaikan oleh majikan.

“Kalau dari laporan yang saya terima masih ditangani oleh KBRI kita. Intinya itu masih diproses,” ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah akan membantu Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki kasus di luar negeri, baik kasus perburuhan maupun kasus lainnya, misalnya terlibat dalam kasus pidana.

“Setiap kali ada persoalan, tetapi secara prinsip pasti pemerintah akan membantu,” tandasnya.

Diketahui, Parinah, buruh migran asal Kemranjen, Banyumas bekerja di keluarga dokter kandungan berkewarganegaraan Mesir, Alaa M Ali Abdalla. Lantas, oleh majikan, Parinah diboyong ke London dan menjadi imigran ilegal lantaran tak pernah pernah memperpanjang atau memperbarui paspor dan visa.

Selama 18 tahun, gajinya tak pernah dibayarkan. Sepanjang 18 tahun itu juga, Parinah tak diperbolehkan cuti atau pulang.

Parinah tiba di rumah anak perempuannya, Sunarti di Nusawungu Kabupaten Cilacap, Kamis (12/4/2018). Adapun sang majikan, mendekam di balik jeruji besi Kepolisian London, menunggu proses persidangan.

Penulis: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
16-04-2018 17:28