Main Menu

Koarmabar Tangkap Kapal Muat Rotan akan Diselundupkan

Anthony Djafar
16-04-2018 20:22

Koarmabar tangkap kapal muat rotan seberat 94 ton akan diselundupkan ke Malaysia.(Dok. Humas Koarmabar/re1)

Pontianak, Gatra.com – Kapal Motor (KM) Putri Setia masih bersandar di dermaga Lantamal XII Pontianak, Kalimantan Barat hingga Senin (16/4) ini. Kapal yang mengangkut rotan selundupan seberat 94 ton itu masih menjalani proses hukum oleh tim penyidik.


“Pihak Lantamal XII juga melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait yaitu Bea Cukai Kalbar, Kajari Pontianak dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar,” kata Komandan Lantamal XII (Danlantamal) Laksamana Pertama TNI Gregorius Agung WD.

Gregorius mengatakan sebelumnya, Komandan KRI Sembilang-850 Mayor Laut (P) Wida Adi Prasetya
telah menangkap KM Putri Setia yang bermuatan rotan selundupan di perairan Pemangkat, Kalimantan Barat, pada Sabtu 14 April lalu.

Gregorius mengatakan bahwa penangkapan bermula ketika aparat sedang menggelar “Operasi Poros Sagara 2018” dibawah kendali Operasi (BKO) Guspulabar di sekitar lokasi. Rupanya ada juga kapal yang sedang melintas dari Pegatan Mendawai Kalimantan tengah menuju arah perairan Sibu di Malaysia.

Karena dicurigai mengangkut muatan ilegal, tim diterjunkan untuk mengecek dan memeriksa isi berikut dokumen, setelah sebelumnya kapal tersebut sudah diberhentikan. Rupanya, dokumen dan isi kapal tidak sesuai dengan barang bukti yang ditemukan.

Kapal mengangkut rotan jenis saga secara ilegal ke Malaysia. Surat faktur angkutan hasil hutan bukan kayu dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah tidak berlaku lagi.

“Kesalahan lainnya seperti lima ABK kapal tidak memiliki buku pelaut, tiga orang tidak terdaftar di Buku Sijil, berlayar tanpa adanya KKM, tidak memiliki sertifikat Garis Muat kapal, tidak memiliki sertifikat susunan perwira,” katanya.

Gregorius menduga selain terjadi pelanggaran pelayaran, juga tindak pidana iIlegal logging.

“Pada saat itu juga, KRI Sembilang-850 mengawal KM Putri Setia menuju Lantamal XII Pontianak untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
16-04-2018 20:22