Main Menu

Operasi Progo Ciduk 60 Maling di Jogja

Mukhlison Sri Widodo
18-04-2018 13:37

Jumpa pers hasil Curat Progo 2018 di Markas Polda DIY (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Lewat operasi bersandi Curat Progo 2018  selama 14 hari, 3-16 April, Polda Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta menangkap 60 tersangka berbagai tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan atau curat.

 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DI Yogyakarta Kombes Hadi Utomo didampingi Kabid Humas AKBP Yuliyanto menggelar jumpa pers di Markas Polda DI Yogyakarta, Rabu (18/4).

"Target operasi ini mengungkap 20 kasus curat di seluruh DI Yogyakarta. Namun selama operasi, ditemukan 21 kasus curat," jelas Dirreskrim.

Operasi Progo ini menetapkan 33 orang sebagai target operasi penangkapan ditambah 27 pelaku kejahatan di luar target operasi.

Ditreskrimum Polda DIY memiliki sembilan orang yang menjadi TO atau target operasi, Polresta Yogyakarta lima TO, Polres Sleman 10, Polres Bantul 4, Polres Kulonprogo tiga TO, dan Polres Gunungkidul dua TO.

"Mereka  adalah pelaku berbagai jenis kejahatan pencurian dengan pemberatan, mulai dari pencurian di rumah kosong, pencurian alat pertanian, pencurian kendaraan bermotor hingga pencurian gabah dan cengkeh,” ujarnya.

Bahkan dari 60 pelaku yang ditangkap, ada lima pelaku spesialis curat yang menyasar rumah mewah kosong antarkota. Mereka dari Semarang, Jawa Tengah, sengaja datang ke DI Yogyakarta mencari rumah kosong di daerah Sleman.

"Sebelum melancarkan aksinya mereka menginap di sebuah hotel mewah dengan tarif kamar hingga Rp1,25 juta per hari," lanjutnya Kombes Hadi Utomo.

Dalam aksinya, para penjahat ini berbagi peran mulai dari menyiapkan lokasi hingga menjemput hasil kejahatan. Awalnya mereka bersepeda motor, kemudian setelah itu motor dinaikkan ke mobil. Pelaku lain menggunakan kendaraan berbeda.

"Mereka berhasil membobol sebuah rumah dan mengakibatkan kerugian hingga Rp85 juta. Sempat ada perwira kepolisian yang menjadi korban," tuturnya.

Operasi Progo selama 14 hari  dilaksanakan untuk menekan jumlah kejahatan jalanan dan mengantisipasi aksi pada Bulan Ramadhan.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
18-04-2018 13:37