Main Menu

Guru Tampar 9 Siswa, DPRD Banyumas Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Hendri Firzani
22-04-2018 06:27

Pelaku dan korban dibawa ke Polres Banyumas. (Ist/re1)

 

Purwokerto, Gatra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas, Jawa Tengah bakal memanggil pihak-pihak terkait dalam peristiwa penamparan seorang guru di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Purwokerto, yang direkam dan menjadi viral di berbagai lini massa. Sekretaris Komisi D DPRD Banyumas, Yoga Sugama mengatakan, DPRD akan mendalami motif penamparan guru sekaligus mengklarifikasi kepada siswa yang ditampar tersebut.



Selain itu, DPRD juga akan memanggil Kepala SMK, Kepala Dinas Pendidikan Banyumas dan Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Banyumas. “Nanti kita akan rapat. Dan akan menindaklanjuti itu,” katanya, Sabtu (21/4).

Yoga mengemukakan, meski sudah ada klarifikasi dan permintaan maaf dari guru bersangkutan, tetapi kasus ini ternyata juga bergulir secara hukum. Baik pelaku maupun korban, kata dia, diperiksa di Kepolisian Resor Banyumas.

Yoga mengemukakan, dengan alasan apapun tamparan yang dilakukan oleh oknum guru kepada siswa samasekali tidak dibenarkan. Apapun alasannya oknum guru menampar siswa adalah perbuatan menyimpang dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) seorang pendidik.

“Karena itu bukan soal sudah klarifikasi, sudah minta maaf, tetapi itu mencoreng wajah, mencoreng karena itu. Itu kan Potret Banyumas kan. Viral lagi,” tandasnya.

Ia pun menyayangkan, model model pendidikan yang masih menerapkap cara-cara di luar Tupoksi yang mengedepankan kekerasan. Ia menilai insiden itu mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Banyumas. Meski begitu, DPRD juga berkepentingan untuk mendengar secara langsung alasan di balik pemukulan tersebut.

Diketahui, sebelumnya, pada Kamis (19/4/2018) beredar video penamparan seorang guru kepada siswanya. Video ini beredar di berbagai lini massa dan menjadi viral di Purwokerto dan sekitarnya.

Dari informasi yang dihimpun, persoalan ini telah bergulir di ranah hukum dan sedang didalami oleh kepolisian menyusul laporan usai insiden. Status pelaku juga sudah naik menjadi tersangka. 


Reporter: Ridlo Susanto 

Editor: Hendri Firzani 

Hendri Firzani
22-04-2018 06:27