Main Menu

May Day di Bantul, Joget Bareng Bupati Tapi Tuntutan Buruh Jalan Terus

Mukhlison S Widodo
01-05-2018 12:28

Peringatan Hari Buruh di Bantul, Yogyakarta. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Peringatan Hari Buruh atau May Day di Bantul berlangsung damai. Usai memberi sambutan, Bupati Bantul Suharsono didapuk menyumbang lagu di panggung di Lapangan Paseban, Bantul, Selasa (1/5) pagi. 

 

Namun buruh tak lupa memperjuangkan kesejahteraan mereka.

Tiga lagu dari Koes Plus didendangkan Suharsono dan disambut meriah para buruh yang mayoritas wanita dengan joged poco-poco.

Memperingati Hari Buruh, Pemkab Bantul bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Cabang Bantul sepakat menggelar aksi damai dengan mengundang 1.300-an buruh.

Mengambil tema ‘Mayday Menuju Bantul Sehat, Cerdas, dan Sejahtera’, para  buruh  diajak senam massal, donor darah, dan lomba menghias tumpeng.

Bagi yang beruntung,  mereka bisa membawa hadiah. Panitia menyediakan satu ekor kambing sebagai hadiah utama. 

Dalam sambutannya, Bupati bilang sengaja menggelar aksi damai ini agar suasana Bantul tetap kondusif dan memberi penghargaan kepada para buruh.

“Tetapi kami tidak melupakan tuntutan yang diamanahkan kepada kami. Pemerintah berjanji untuk memenuhi tuntutan buruh tentang peningkatan kesejahteraan maupun pemenuhan berbagai jaminan oleh perusahaan. Hari ini yang penting semua senang-senang,” katanya.

Terlebih lagi, tahun depan Bantul akan memiliki kawasan industri di Piyungan yang menarik ratusan perusahaan berinvestasi. 

Pada tahap pertama akan dibuka 115 hektar  dan selanjutnya disiapkan 335 hektar untuk tahap ke dua.

Suharsono berharap kehadiran ratusan industri ini memprioritaskan warga Bantul, sehingga tidak ada lagi warga yang bekerja di luar daerah seperti Bekasi, Purwokerto, atau Batang untuk menjadi buruh.

Ketua KSPSI Bantul Ponijo memberi apresiasi kepada pemkab Bantul atas terselenggaranya acara ini.

Sebab selain menghibur para buruh, kegiatan ini juga untuk menjalin silaturahmi dengan pemerintah.

“Meski hanya aksi damai dan bagi-bagi hadiah, tuntutan buruh kepada pemerintah masih tetap yaitu memperjuangkan para buruh mendapatkan upah layak dan memperoleh jaminan sesuai peraturan yang berlaku dari perusahaan,” katanya.

KSPSI mencatat saat ini terdapat sekitar 42.000 buruh yang mencari rejeki di 612 perusahaan. Dari jumlah itu, 9.000-10.000 orang sudah menjadi anggota KSPSI. Sedangkan sisanya bekerja di skala UMKM.

Menurut Ponijo, saat ini KSPSI Bantul terus melakukan pendataan terkait jumlah sebenarnya buruh yang bekerja di UMKM, sebab mereka selama ini mendapat upah di bawah UMK Rp 1,4 juta.

Terkait kondisi pekerja saat ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Heru Suhadi mengatakan pihaknya terus mensosialisasikan kepada perusahaan yang belum memberikan upah layak dan jaminan.

“Beberapa perusahaan sudah kami peringatkan bulan kemarin. Mengenai berapa jumlahnya saya lupa.Tapi bulan depan kami akan evaluasi,” jelasnya.

Heru juga mengatakan saat ini pihaknya sudah mendata sekitar 22 pekerja asing dari India, Pakistan, dan Korea yang bekerja di Bantul. 

Angka ini bisa berkembang, sebab puluhan perusahaan belum memberikan laporan resmi ke pihaknya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison S Widodo
01-05-2018 12:28