Main Menu

Efek Program Bantuan untuk Ekonomi Banda Aceh

G.A Guritno
05-05-2018 07:39

Industri kecil pembuatan peci khas Aceh di Desa Mon Malem, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh. (ANTARA/Ampelsa/FT02)

Banda Aceh, Gatra.com - Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 6.421 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam wilayah Banda Aceh resmi diluncurkan oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Lokasi peluncuran program pengganti Rastra ini dipusatkan di Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Jumat (4/5/2018).

 

BPNT tersebut melengkapi program-program bantuan lain untuk menggerakkan ekonomi Banda Aceh. Turut hadir di acara tersebut Kabulog Aceh Basirun, Pimpinan BRI Wilayah Aceh Dedy Iskandar dan Kepala BI Aceh Zainal Arifin Lubis selaku mitra pemerintah dalam program ini, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam laporannya, Kadinsos Banda Aceh Muzakkir menyebutkan BPNT ini sudah diberikan mulai tanggal 25 April 2018 dan pencairannya sudah hampir mencapai 100 persen hingga saat ini. “Setiap KPM menerima sebuah Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan saldo Rp 110 ribu,” jelasnya.

“Pada tanggal 25 setiap bulannya, KPM sudah bisa mencairkan bantuan ini di e-Warong terdekat untuk berbelanja Beras dan Telur sesuai dengan kebutuhannya. Saat ini ada 10 e-Warong yang tersebar di Sembilan kecamatan di Banda Aceh,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Aminullah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung peluncuran program BPNT di Banda Aceh. “Kami berharap peran semua pihak termasuk perbankan akan semakin besar dalam mengembangkan ekonomi Banda Aceh,” katanya.

Menurutnya, BPNT bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih baik dan seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu. “Perlu diingat, bantuan sosial ini tidak bisa diambil tunai dan hanya bisa ditukarkan dengan beras dan telur,” pesannya.

Menurut dia, Pemko Banda Aceh melalui intansi terkait telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan visi dan misinya guna meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.

“Salah satunya dengan menggenjot sektor pariwisata yang menjadi andalan kita untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, dan menghidupkan usaha mikro dengan menggelar sebanyak mungkin aktivitas atau event, serta terus memberikan pelatihan dan bantuan peralatan kerja bagi angkatan kerja yang ada di Banda Aceh,” sebutnya.

Sejumlah program pun telah diluncurkan pihaknya mulai dari santunan dana kematian, bantuan paket persalinan, dan BPNT yang resmi diluncurkan pada hari ini. “Dan Alhamdulillah, angka pengangguran kita sudah turun dari 12% menjadi 7,75%. Meskipun begitu, angka kemiskinan baru turun sedikit dan masih berada di kisaran 7%, dan ini menjadi tugas kita bersama untuk semakin memperkecilnya,” ungkapnya.

“Akhir kata, kami berharap bantuan sosial BPNT ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan semakin menumbuhkan semangat kemandirian dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Kota Banda Aceh,” pungkasnya.


Penulis: Teuku Dedi Irawan
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
05-05-2018 07:39