Main Menu

Lapas Napi Teroris di Nusakambangan Diperketat

G.A Guritno
14-05-2018 00:00

Lapas Nusakambangan (GATRA/Ridlo Susanto/yus4)

Cilacap, Gatra.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk sementara menutup semua kunjungan ke seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Nusakambangan menyusul dipindahnya 150-an narapidana terorisme (Napiter) ke tiga lapas ke pulau ini.

 

“Diperketat. Dan kita minta kepada jajaran, tidak sembarangan orang bisa masuk terlebih dahulu, kita khawatir,” kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen) PAS, Sri Puguh Budi Utami kepada awak media.

Tingkat pengamanan Lapas-lapas di Nusakambangan, terutama di tiga lapas yang digunakan untuk menempatkan para napi. Tiga lapas tersebut yakni, Lapas Pasir Putih, Lapas Batu dan Lapas Besi.

“Pengamanan yang pasti kita tetap bekerjasama dengan Densus 88, dengan Polri, TNI, dan dibantu Brimob, dan utamanya teman-teman Nusakambangan, ada Satgas Kamtib yang kemarin dibentuk. Mereka berada di sini,” jelasnya.

Lapas Nusakambangan membentuk tim pengamanan khusus, Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban (Satgas Kamtib) untuk mengamankan tiga lapas ini. Tim internal Ditjen PAS itu dibantu oleh tim gabungan yang terdiri dari Densus 88, Brimob, dan TNI.

Sri menjelaskan, di dua lapas, yakni Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu napiter ditempatkan satu orang satu kamar. Pasalnya, dua lapas ini adalah Lapas Khusus untuk mengisolasi bandar narkoba.

Adapun di di Lapas Besi, napiter masih ditempatkan seperti lapas biasa. Tetapi, meski ditempatkan tak terpisah, Standar Operasional Prosedur (SOP) perlakuan dan pengamanannya tetap berbeda dengan napi biasa.

Sri menerangkan, sampai beberapa hari ke depan, assessment atau kajian penempatan napi masih berlangsung. Sebab itu, hingga saat ini jumlah pasti napiter dari Rutan Salemba cabang Mako Brimob di masing-masing lapas belum bisa dipastikan.

“Kita belum bisa memastikan, karena sedang bergerak. Nanti, Pasir Putih berapa, Batu berapa. Jadi kepastiannya ada 25, ada 50 ada yang 80-an. Belum confirm,” terangnya.

Dirjen PAS mengungkapkan, napiter yang dipindah dari Mako Brimob ke Lapas Nusakambangan memiliki beberapa kriteria. Yang terberat adalah para ideolog atau napiter yang secara ideologi masih sulit diubah dan berkemampuan memengaruhi orang lain untuk mengikuti ideologinya.

Di luar itu, ada napiter kooperatif dan napiter yang sudah hampir selesai masa hukumannya lantaran hanya divonis ringan oleh pengadilan.

Napiter yang berbahaya (sangat radikal) dan berpotensi memengaruhi napi lainnya ditempatkan di sel tunggal atau satu kamar satu orang di Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih. Adapun yang sudah kooperatif ditempatkan di Lapas Besi.

Menurut Sri Puguh, assessment penempatan napi dan program deradikalisasi akan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Masing-masing napi juga akan diwawancara. Hasil interview akan disinkronkan dengan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh Kemenkumham.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
14-05-2018 00:00