Main Menu

Lapas Nusakambangan Jamin Kebutuhan Napiter Wanita dan Bayinya

G.A Guritno
15-05-2018 05:12

Pemindahan napi teroris dari Mako Brimob ke Nusakambangan. (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Purwokerto, Gatra.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan menyiapkan secara khusus sel perorangan untuk dua orang napi teroris (napiter) perempuan dan seorang yang bayi yang turut dipindah bersama dengan 150-an (napiter) dari Rutan Salemba cabang Markas Komando Brimob (Mako Brimob).

 

Kepala Lapas Batu yang juga Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Hendra Eka Putra mengatakan, mereka menempati sel khusus yang terpisah dari napi lainnya di Lapas Batu. Mereka pun diberi fasilitas khusus, terutama untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayinya.

“Iya dong. Beda dengan dia laki-laki, jadi khusus dia. Kamarnya sendiri, peralatannya sendiri. (Apa Bersebelahan dengan Meilani?) Ya bersebelahan,” katanya, Senin (14/5/2018).

Dia mengklaim, Lapas telah menyediakan “baby kit” seperti kasur bayi, peralatan mandi, selimut bayi. Kebutuhan asupan ASI pun dilakukan dengan memperhatikan gizi untuk ibunya. Ibu dan bayinya pun ditempatkan di satu kamar yang sama.

“Kita juga kasih baby kit, tempat tidur bayi, tempat mandi itu namanya apa, pampers, satu kamar dengan ibunya itu,” ucapnya.

Ia mengakui, meski tak ada lapas khusus wanita, namun Nusakambangan akan menyiapkan agar napi teroris wanita dan bayinya memperoleh hak-haknya.

“Alhamdulillah tidak ada masalah, ibu dan bayinya. Ibunya tetapk kita perlakukan sama dengan napi dewasa lainnya ya,” ujarnya.

Terkait dengan penempatan napi teroris di tiga Lapas Nusakambangan, Hendra berujar mereka masih menjalani masa assessment penempatan dan masih ada mobilisasi atau pergerakan di tiap lapas.

“Makanya ini masih assessment nih, Mas. Saya juga mau ngomong paling setelah selesai assessment,” jelasnya.

Klasifikasinya, dua lapas yang memiliki sel perorangan yakni Lapas Batu dan Pasir Putih digunakan untuk menempatkan napi terorisme yang masih berbahaya. Adapun yang sudah kooperatif, ditempatkan di Lapas Besi.

Ia tak bersedia menjelaskan jumlah pasti penempatan napi di masing-masing Lapas. Sebab, hingga saat ini masih dilakukan assessment sehingga jumlahnya belum pasti.

Diketahui, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Polri memindah sekitar 152 napi teroris dari Mako Brimob ke Nusakambangan usai terjadi kerusuhan yang sampai menimulkan enam korban jiwa dan sejumlah korban luka.

Pemindahan dilakukan sebagai langkah tercepat mengurangi risiko serupa. Nusakambangan dipilih sebagai lokasi pemindahan lantaran memiliki infrastruktur dan petugas yang siap untuk mengantisipasi kerusuhan serupa.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
15-05-2018 05:12