Main Menu

Kejawen Banyumas dan Cilacap Berpuasa Mulai Kamis

G.A Guritno
16-05-2018 16:53

Penganut Kejawen Komunitas masyarakat adat Banokeling Pekuncen kecamatan Jatilawang kabupaten banyumas, jawa tengah bakal mulai berpuasa pada kamis pahing (17/5/) atau sama dengan ketetapan pemerintah. (GATRA/Ridlo Susanto/RT)

Banyumas, Gatra.com – Penganut Kejawen Komunitas masyarakat adat Banokeling Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah bakal mulai berpuasa pada Kamis pahing (17/5/) atau sama dengan ketetapan pemerintah.

 

Juru Bicara Adat Trah Banokeling, Sumitro mengatakan perhitungan awal puasa atau Ramadan 1439 Hijriyah berdasar pada kalender Alif Rebo Wage (Aboge).

Kalender ini mendasarkan perhitungan rembulan atau Qomariyah sehingga pergantian hari terjadi pada petang, saat matahari tenggelam dan rembulan muncul. Bulan Ramadan tahun ini diawali di Rabu petang, atau malam Kamis. Paginya, masyarakat sudah berpuasa.

“Masuk bulan puasa malam Kamis, Kamis pagi sudah berpuasa. Kamis pahing,” kata Sumitro, Rabu (16/5).

Dia menjelaskan, tahun ini adalah tahun Dal dengan perhitungan Daltugi. Dihitung dengan rumus nem ro (enam dua) maka, hari puasa dihitung hari keenam dihitung dari Sabtu dan hari pasaran kedua. Dengan begitu, puasa dimulai pada Kamis Pahing esok.

“Tahun Dal. Perhitungannya Daltugi. Setu Manis, tanggal satu suro, sehingga sampai bulan puasa ya, rumus nem ro (enam dua). Enam dihitung dari Sabtu, sampainya hari keenam. Ro-nya, pasarannya dua, Kamis pahing,” jelasnya.

Sumitro menerangkan, dengan almanak Aboge, puasa tahun ini sudah dihitung sejak beberapa tahun lalu. Begitu pula dengan puasa tahun depan. Sebab, perhitungannya jelas dan memakai kalender delapan tahunan atau sewindu.

“Sudah dihitung sejak tahun lalu. Tahun besok, puasanya juga sudah ketemu harinya apa,” ucap Sumitro.

Sumitro mengemukakan, sebelum masuk bulan puasa, pada bulan Sadran atau Sya’ban ini, masyarakat Kejawen terutama anak putu banokeling menggelar berbagai ritual.

Kamis hingga Sabtu pekan lalu, ribuan keturunan Banokeling dan pengikutnya menjalani ritual Punggahan. Sebanyak 1.200 orang mengikuti ritual tahunan ini. Mereka berasal dari Banyumas, Cilacap dan sejumlah daerah lainnya.

Kemudian, Senin (14/5), khusus trah Banokeling di Desa Pakuncen melaksanakan ritual Rikat Akhir yakni membersihkan lokasi makam Panembahan Banokeling. Sekitar 300 orang mengikuti ritual ini.

Anak Putu Banokeling, sebagaimana masyarakat adat kejawen lainnya, membagi kalender dalam kurun waktu delapan tahunan atau sewindu. Masing-masing tahun memiliki nama, yakni Alif, Ha, Jim, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jim akhir. Satu tahun terdiri dari 354 hari di 12 bulan. Satu bulan terdiri dari 29-30 hari.

Di luar nama hari, kalender Jawa juga mengenal hari pasaran berdasarkan perhitungan Jawa, yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
16-05-2018 16:53