Main Menu

Sejak Meletus, Gas Sulfur dari Merapi Capai 90 Ton Per Hari

Mukhlison Sri Widodo
31-05-2018 22:59

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus)

Yogyakarta, Gatra.com - Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan status Gunung Merapi masih Waspada. 

 

Sejak 21-30 Mei, gas sulfur dioksida atau SO2 yang diembuskan Merapi mencapai 90 ton per hari.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso menerangkan pasca letusan 21 Mei lalu gempa guguran (gempa akibat guguran batuan) dan gempa embusan (gempa pada rekahan batuan akibat proses vulkanik di conduit) masih tinggi. 

Kondisi ini pertanda aktivitas magma di dalam Merapi masih sangat tinggi.

“Tingginya aktivitas ini juga didukung gempa vulcano tektonik yaitu gempa yang menunjukkan proses rekahan bantuan dalam, dan gempa multiphase atau gempa yang disebabkan pergerakan magma di antara rekahan bantuan pada sumber yang dangkal atau permukaan,” jelas Agus di kantor BPTTKG DI Yogyakarta, Kamis (31/5).

Menurut Agus, seringnya terjadi gempa di tubuh Merapi ini merupakan tanda pelepasan gas dari dapur magma cukup tinggi. 

Banyaknya gas SO2 yang dilepaskan ini menjadi patokan letusan Merapi mendatang bersifat efusif atau tanpa ledakan.

BPTKKG mencatat setelah letusan magmatik 21 Mei hingga 30 Mei, gas SO2 yang dilepaskan mencapai 90 ton per hari. 

Kondisi ini terjadi karena sumbatan pada deformasi Merapi menipis akibat letusan besar pada 2010.

“Bisa jadi, erupsi erusif yang nanti terjadi entah kapan, akan membentuk kubah lava baru atau malah meleleh. BPPTKG terus menunggu pergerakan magma sampai mana,” katanya.

Kondisi ini berbeda dengan letusan pada 2006 dan 2010 yang berupa letusan besar karena tertahannya gas SO2 oleh sumbat lava yang kuat. 

Saat itu, besarnya tekanan gas  membuat magma yang diproduksi di dapur magma di kedalaman kurang dari empat kilometer terlempar keras.

Dari kondisi terakhir, BPTTKG masih menetapkan status Merapi pada Level II atau Waspada hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. 

BPPTKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat mematuhi segala imbauan dari pemerintah.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
31-05-2018 22:59