Main Menu

Interkoneksi Kaltim dan Kalsel Mampu Cadangkan 155 MW Listrik di Mahakam

Birny Birdieni
01-06-2018 14:10

Interkoneksi Listrik di Mahakam dan Barito. (Dok. PLN/FT02)

Balikpapan, Gatra.com- Untuk meningkatkan keandalan listrik Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, PLN berhasil menggabungkan jaringan keduanya dalam satu interkoneksi. Dengan demikian, ketersediaan cadangan daya pada sistem Mahakam mencapai 155.46 MW dan sistem barito sebesar 92 MW.

“Interkoneksi ini menjadikan bertambahnya kehandalan sistem listrik Barito di Kalimantan Selatan karena didukung oleh pasokan listrik dari pembangkit-pembangkit yang ada di sistem Mahakam Kalimantan Timur,” kata Direktur PLN Regional Kalimantan Machnizon dalam rilis yang diterima Gatra.com, Jumat (1/6).

Keberhasilan interkoneksi ini ditandai dengan mengalirnya listrik melalui kabel 150 kilo Volt (kV) dari Gardu Induk (GI) PLTU Balikpapan di Kalimantan Timur ke GI Tanjung di Kalimantan Selatan pada Rabu (30/5) lalu. 

Penambahannya, yakni pasokan listrik dari PLTU Teluk Balikpapan (2x110 MW), PLTGU Tanjung Batu 100 MW, listrik swasta, dan PLTD lainnya. Saat ini, daya mampu sistem mahakam mencapai 547.63 MW dengan beban puncak 392.17 MW.

Menurut Machnizon, interkoneksi ini juga turut menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik Kaltim maupun Kalsel. Serta mematikan beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar High Speed Diesel (HSD).

Selama ini, kebutuhan energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur disuplai oleh sistem Mahakam yang melayani Kota Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan Bontang.


Ke depan, lanjut Machnizon, rencana jangka panjang PLN adalah terus membangun dan mengembangkan sistem kelistrikan di pulau Kalimantan dengan menginterkoneksikan seluruh sistem kelistrikan. Cita-citanya adalah dapat mewujudkan “Kalimantan Terang”.

“Tidak hanya sistem interkoneksi Kalimantan Timur – Kalimantan Selatan saja. Tetapi sistem kelistrikan dapat terhubung sampai provinsi Kalimantan Utara, sehingga,” ungkap Machnizon.

Tidak hanya itu, Machnizon juga berharap bahwa pasokan listrik yang andal dan adanya percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini juga diharapkan dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Sehingga menciptakan iklim investasi yang lebih baik di Kalimantan timur dan Kalimantan Selatan.


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
01-06-2018 14:10