Main Menu

Baznas Akui Pengumpulan Zakat di Jogja Masih Rendah

Mukhlison Sri Widodo
05-06-2018 14:01

Pengumpulan Zakat oleh BAZNAS di Yogyakarta. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyatakan meski memiliki potensi tinggi hingga Rp 150 milyar per tahun, pungumpulan zakat di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta masih sangat rendah. 

 

Hanya sekitar 10% zakat yang terkumpul setiap tahun.

Ketua Baznas DI Yogyakarta Bambang Sutiyoso mengatakan, potensi besar zakat berasal dari aparatur sipil negara (ASN), kalangan swasta, juga dana-dana infak yang terkumpul dari 5000-6000 masjid.

“Dari perhitungan kami, jika satu masjid mendapatkan infak seminggu Rp 200 ribu, maka dalam setahun potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai zakat mencapai Rp 12 milyar,” kata Bambang usai pembinaan 1.000 mustahik atau penerima zakat oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Selasa (5/6).

Namun Baznas menilai banyak masjid yang masih menyimpan dana infak dan membuat  zakat yang terkumpul minim. 

Infak merupakan pengeluaran harta mencakup zakat dan nonzakat. Namun, kata Bambang, pemilahan zakat dari infak ini belum banyak dilakukan karena minimnya sosialisasi.

Selain dari infak, potensi besar zakat di DI Yogyakarta juga berasal dari kalangan ASN melalui zakat profesi. 

Saat ini potensi zakat dari ASN mencapai Rp 3 milyar per tahun. Angka ini meningkat lima kali lipat sejak pertama kali Baznas mengelola zakat.

“Untuk memaksimalkan pengumpulan zakat, Baznas saat ini juga bekerja sama dengan kalangan universitas. Saat ini Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta sudah menjadi unit pengumpul zakat,” imbahnya.

Sedangkan distribusi zakat Baznas dua tahun ini meningkat. Selama 2017, Baznas DI Yogyakarta telah menyalurkan zakat sebesar Rp 2 milyar. 

Sedangkan dari Januari sampai April 2018 tercatat Rp8,1 miliar.

Ke depan, Baznas berharap pengumpulan dan penyaluran zakat bisa membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan. 

Salah satu bentuknya, Baznas menyalurkan zakat untuk 57 ribu anak.

Ketua Forum Zakat Yogyakarta Suripto mengatakan, sebenarnya zakat bisa mengurangi  kemiskinan. Apalagi saat ini angka kemiskinan di DIY saat ini sekitar 13%-14%. 

Melalui sinergi program antara pemerintah dan badan pengelola zakat,  kemiskinan diharapkan dapat berkurang di wilayah ini.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DI Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam X menerangkan bahwa kemiskinan adalah masalah serius yang dihadapi pemerintah sejak dulu. 

Wagub berharap konsep zakat mampu menjadi pilar membangun perekonomian masyarakat, tidak sekadar ibadah, tetapi juga langkah sosial melalui pemberdayaan ekonomi.


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
05-06-2018 14:01