Main Menu

Di Titik Macet Arus Mudik, Polres Banyumas Tempatkan Tim Pengurai Gabungan

G.A Guritno
05-06-2018 17:39

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun. (GATRA/Ridlo Susanto/RT)

Banyumas, Gatra.com – Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah membentuk tim pengurai gabungan untuk mengantisipasi di sejumlah titik rawan macet di Kabupaten Banyumas pada puncak arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2018 mendatang.

 

Kepala Polres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan petugas Polres dan Dinas Perhubungan Banyumas bakal menempatkan personel di titik rawan macet dan antrean kendaraan.

Titik itu antara lain di jalur sempit Pekuncen, Simpang Ajibarang, Cilongok, Jatilawan dan beberapa wilayah titik rawan macet lainnya.

“Jadi kita, cek betul. Kita yakinkan semuanya, kita bentuk tim pengurai gabungan ada dari Satlantas Polres dan Dinas Perhubungan. Kita sama-sama bersineri untuk mengurai kemacetan,” katanya.

Dia menjelaskan, tim telah melakukan kajian dan menyimpulkan titik paling rawan macet adalah simpang tiga dan pom bensin Ajibarang. Pasalnya, pertigaan ini merupakan titik pertemuan antara jalur tengah antara Pantura-Jalur Tengah dan Jalur Nasional Lintas Selatan (JLS).

Selain itu di titik ini ada pula pasar dan tempat wisata yang ramai dikunjungi pasca-Lebaran. Akibatnya, jalur ini sangat rawan macet, terutama pada masa arus balik lebaran.

“Prediksi kita untuk mudik tahun ini Insyaallah akan berjalan baik, karena cukup panjang ya, libur bersama yang ditetapkan pemerintah. Tetapi kemungkinan pada arus balik nanti. Arus balik nanti akan mengalami penumpukan, terutama di titik Ajibarang ini,” jelasnya.

Bambang memperkirakan kemacetan panjang justru terjadi pada hari setelah lebaran atau arus balik. Pasalnya, saat itu kemungkinan terjadi puncak kunjungan ke tempat wisata, pengunjung pasar, kendaraan domestik dan kendaraan pemudik yang melintas.

Dia menambahkan, Dinas Perhubungan juga telah mempersiapkan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik, termasuk di Ajibarang.

Jalur alternatif itu memungkinkan pengalihan jalur untuk kendaraan dari arah yang sama, hingga contra flow atau pemberlakukan jalur tunggal.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
05-06-2018 17:39