Main Menu

Bencana Kekeringan dan Krisis Air Bersih Ancam Purbalingga, Ini Yang Harus dilakukan masyarakat

Hendri Firzani
07-06-2018 08:36

Ilustrasi bencana kekeringan. (GATRA/Hernawardi/FT02)

Purbalingga, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat di wilayah Purbalingga untuk mengantisipasi bencana kekeringan dan kekurangan air bersih memasuki musim kemarau 2018 ini.



Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Rusmo Purnomo mengatakan masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi kekurangan air pada musim kemarau diharapkan mampu mengambil sumber air alternatif yang memungkinkan dan dapat dimanfaatkan. Terakhir pengaturan distribusi air pada transmisi atau jaringan pipa PDAM.

“Sebagai pedoman pelaksanaan penanganan bencana kekeringan dan sebagai bahan analisa untuk menghitung kebutuhan air bersih, kami telah meminta kepada camat di wilayah Kabupaten Purbalingga untuk melakukan pendataan wilayah yang rawan kekeringan,” katanya, Rabu (6/6).

Rusmo juga meminta masyarakat untuk hemat dan cermat dalam penggunaan air baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk pertanian. Para petani diimbau untuk menggunakan bibit tanaman yang berumur pendek, tahan kekurangan air dan tahan dari serangan hama. Kemudian membuat sumur pantek sebagai pengairan alternatif serta menggunakan air irigasi secara hemat dan cermat.

“Kegunaan air untuk pertanian harus disesuaikan dengan tata dan pola tanaman,” ujarnya. Ia juga meminta masyarakat yang mempunyai usaha di bidang perikanan atau peternakan, harus memilih jenis ikan dan ternak yang masa pemeliharaan lebih pendek sehingga bisa cepat panen serta relative hemat penggunaan air.

Dia menjelaskan, berdasar prakiraan musim kemarau 2018 Jawa Tengah, Awal Musim Kemarau (AMK) di Kabupaten Purbalingga diprakirakan berlangsung pada bulan Juni dasarian I, dasarian II dan dasarian III.
Sejumlah wilayah di Purbalingga berpotensi mengalami bencana kekeringan atau krisis air,  baik kekurangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha pertanian.


Reporter: Ridlo K Susanto

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
07-06-2018 08:36