Main Menu

Jelang Puncak Libur Lebaran, Embun Es Muncul di Dieng

G.A Guritno
13-06-2018 07:50

Bun upas atau embun es turun di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara turun pada musim kemarau. (Dok.GATRA/Pemdes Dieng Kulon/yus4)

Banjarnegara, Gatra.com – Embun es atau ''bun upas'' dilaporkan mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng (DTD) atau Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada dasarian kedua Juni 2018 ini. Fenomena bun upas juga menarik para pelancong yang ingin mengabadikannya.

 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan fenomena embun es dilaporkan terjadi mulai Senin pagi, antara jam 5.00 WIB-6.00 WIB.

Saat itu, suhu berkisar 5 derajat Celsius atau di bawahnya. Namun, embun es tersebut masih tipis. Menjelang terang, embun es menghilang.

“Bun upas sudah muncul. Tadi saya sudah tanya ke orang Dieng, sejak suhu lima derajat, kemarin itu,” katanya, Selasa malam (12/6).

Dia menjelaskan, kendati sudah muncul, embun es yang terjadi di Banjarnegara ini tak sampai menyebabkan kerusakan pada tanaman kentang.

Sebab kondisinya masih tipis dan hanya terjadi beberapa jam saja. Kerusakan pada tanaman terjadi jika lapisan embun es tebal dan berlangsung relatif lama.

“Tidak ada yang rusak,” tandasnya.

Arif menjelaskan, embun es atau bun upas biasanya terjadi pada akhir puncak kemarau. Kadang terjadi pada akhir Juni, Juli dan Agustus.

“Biasanya kalau iklim itu kan Juli. ya Juni Juli dan Agustus awal lah. Ya antara medio itu,” ujarnya.

Sementara, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyo Aji mengatakan secara umum, Jawa Tengah sudah masuk musim kemarau, khususnya daerah Dieng. Pada musim kemarau, peluang terjadi hujan sangat kecil, karena tidak banyak tutupan awan yg berpotensi hujan.

Kondisi sangat dingin ini berdampak pada suhu udara yang bisa mencapai nol derajat dan dapat menyebabkan uap air atau embun menjadi beku.

Ia menjelaskan, masyarakat Jawa mengenalnya dengan istilah musim Bediding dimana terjadi perubahan signifikan suhu di awal musim kemarau. Akibat langsung dari perubahan suhu udara tersebut adalah munculnya fenomena embun es di Dieng.

Masyarakat Dieng mengenalnya dengan nama bun upas atau "embun beracun" karena berdampak buruk bagi petani sayuran di Dieng, yang dapat menyebabkan tanaman menguning dan mati.

Disamping dampak negatif, fenomena bun upas juga menarik para pelancong yang ingin mengabadikannya, sehingga berdampak baik untuk sektor pariwisata dengan meningkatnya tingkat kunjungan dan hunian di Dieng.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
13-06-2018 07:50