Main Menu

Polisi Bongkar Peredaran Narkoba di Lapas Nusakambangan dan Cilacap

G.A Guritno
14-06-2018 10:42

Polisi tangkap tiga orang pengedar narkoba di Cilacap dan Lapas Nusakambangan. (GATRA/Polres Cilacap/Ridlo/re1)

Cilacap, Gatra.com – Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah menangkap tiga orang diduga pengedar narkoba di Cilacap dan Lembaga Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan. Dua di antaranya adalah napi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lapas Nusakambangan.

 

Kepala Polres Cilacap, AKBP Djoko Julianto mengatakan, tiga orang tersebut yakni S, (55 th), pegawai Lapas Kembangkuning Nusakambangan, R (38 th) napi Lapas Narkotika Nusakambangan dan Cilacap, dan D (41 th) warga Gumilir, Cilacap. Mereka ditangkap di lokasi terpisah pada Senin (11/6).

“Kita amankan ada beberapa pelaku. Dari salah satu pelaku, itu ada satu oknum ASN. Dan kemudian ada oknum napi juga, yang kita amankan, termasuk ada juga yang dari masyarakat (biasa),” katanya, Rabu sore (13/6).

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti narkoba sejumlah 75 gram sabu dan 1.050 butir pil ekstasi. Sabu, disita dari rumah S, si pegawai lapas dan dari sel R di Lapas Narkotika Nusakambangan.

Adapun pil ekstasi disita dari pelaku D saat berada tepi Jalan Raya Proliman arah Kuripan, Desa Tritih Wetan Cilacap. Sabu dan Ekestasi yang disita itu diduga akan diselundupkan ke Nusakambangan dan diedarkan di Cilacap.

Djoko menjelaskan, berdasar penyidikan, R merupakan pemilik Sabu yang memesan Sabu dari Jakarta. Kemudian, Sabu tersebut diselundupkan ke Lapas Nusakambangan dengan jasa S, pegawai lapas.

Djoko mengungkap, pegawai lapas yang ditangkap tersebut memperoleh upah sebesar Rp 5 juta sekali mengirimkan atau menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas Nusakambangan.

“Sementara kita lakukan penyelidikan, kepada salah satu oknum pegawai termasuk napi yang kita amankan. Rp 5 juta, sekali menerima paket untuk dikirimkan ke salah satu napi yang berada di dalam Nusakambangan,” jelasnya.

Djoko menambahkan, S masih bersikukuh baru kali ini menjadi kurir narkoba. Namun, polisi tak begitu saja percaya. Penyidikan masih terus dilakukan untuk membongkar jaringan narkoba di dalam lapas dan peredaran yang dikendalikan dari dalam Lapas Nusakambangan.

“Pelaku dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” tandasnya.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
14-06-2018 10:42