Main Menu

Gagal Ke Australia, Tujuh WNA China Diamankan Polair Polda NTT

Sujud Dwi Pratisto
14-06-2018 23:33

Ilustrasi. (shutterstock/RT)

 

Kupang, gatra.com - Aparat Kepolisian Direktorat Polisi Perairan (polair) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan tujuh orang Warga Negara Asing (WNA) asal China di perairan sebelah selatan Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (14/6) pagi. Ketujuh WNA itu, masing-masing Wu Zheng Yin, Fang Min, Chen Chunlin, Fu Zedong, Liangyi Hu, Yin Guoguang dan Zheng Min.

 

Setelah diamankan, petugas Polair membawa ketujuh warga negara China itu ke Dermaga Bolok yang lokasinya tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya, polisi langsung melakukan pemeriksaan secara intensif. Dari hasil pemeriksaan diketahui para WNA itu bermaksud berlayar menuju Australia.

“Kami berupaya mendalami motif dan tujuan mereka ke Australia,” kata Kepala Satuan Patroli Armada (Rolda) Direktorat Polair Polda NTT AKBP Satrya Perdana Tarung Binti kepada wartawan di Kupang, Kamis (14/6) .

Satrya mengungkapkan, berdasarkan pengakuan para WNA itu, mereka berangkat dari China sekitar 10-20 hari yang lalu menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat udara. Lalu dari Jakarta mereka ‘terbang’ ke Makassar. Di Makassar mereka melanjutkan perjalanan ke Australia melalui jalur laut dengan menggunakan Kapal Motor Putra Tunggal.

Namun begitu memasuki perairan Australia, kapal mereka dihadang polisi perbatasan Australia. Oleh polisi Australia, mereka diinterogasi. Paspor dan handphone mereka disita. Kapal yang mereka gunakan pun disita. “Mereka diberikan kapal lain bernama Kusum dan mendorongnya kembali ke wilayah perairan Indonesia,” kata Satrya.

Untuk penanganan selanjutnya, polisi akan melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melimpahkan proses penanganan ketujuh WNA asal China tersebut. “ Kami terus memproses dan akan berkoordinasi dengan Imigrasi untuk penanganan selanjutnya. Jika sudah selesai akan menyerahkan ke pihak Imigrasi,”terang Satrya.


Reporter : Antonius Un Taolin (kupang)

Editor     : Sujud Dwi Pratisto 

Sujud Dwi Pratisto
14-06-2018 23:33