Main Menu

Penataan PKL Kota Tua Perlu Koordinasi antar Stakeholder

Hidayat Adhiningrat P.
18-06-2018 08:43

Pengunjung Kota Tua (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pedagang kaki lima (PKL) kawasan Kota Tua saat lebaran terlihat semrawut. Hal ini terjadi saat membludaknya pengunjung di kawasan Kota Tua. Pengamat dari Jakarta Monitoring Development (JMD), Handy menyatakan penataaan PKL Kota Tua harus dalam koordinasi stakeholder terkait antara Dinas Koperasi, UKM serta Perdagangan (KUKMP), Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga dan Satpol PP DKI Jakarta.

 

“Harus kerja sama karena ini sifatnya penataan yang harus komprehensif ke depan, ini tidak bisa parsial Dinas UMKM saja tapi lintas SKPD,” kata Handy saat dihubungi di Jakarta (18/6).

Handy menambahkan, kesemrawutan bisa terjadi karena banyak parkir liar yang ada di kawasan tersebut. “Kayak parkir itu juga memicu PKL jadi semrawut,” ujarnya.

Handy menyatakan bahwa PKL akan kembali normal pasca momen libur lebaran nantinya. “Ini karena pengunjung yang terlalu membludak, ke depan jika sudah dirapihkan ini akan kembali normal. Yang penting ekonomi masyarakat juga bertumbuh jangan sampai karena mau rapi tidak ada perputaran ekonomi akar rumput,” ujar Handy.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bahwa dirinya akan mengultimatum Dinas UMKM DKI Jakarta untuk segera menyelesaikan persoalan itu. “Saya akan panggil Dinas UMKM dan saya akan ultimatum,” kata Sandiaga, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6).

Ia meminta Dinas UMKM untuk bekerja sama dengan Dinas Binamarga dan Dinas Perhubungan. Tujuannya, kata Sandi, agar dapat dihadirkan solusi terkait lalu lintas di Kawasan Kota Tua. “Untuk menghadirkan tempat-tempat yang bisa dilalui. Cara pemikirannya harus out of the box, harus difokuskan sistem pop up,” kata Sandiaga.


Reporter: Hidayat Adhiningrat P

Editor : Sandika Prihatnala

Hidayat Adhiningrat P.
18-06-2018 08:43