Main Menu

Bahayakan Penerbangan, Polres dan Kodim Wonosobo Sita 16 Balon Udara

Sandika Prihatnala
18-06-2018 13:32

Polres dan Kodim Wonosobo menyita 16 balon udara yang dinilai membahayakan penerbangan (GATRA/Ridlo Susanto/yus4)

Wonosobo, Gatra.com - Polres Wonosobo dan Kodim 0707/Wonosobo menyita sebanyak 16 balon udara. Balon udara dengan rata-rata diameter 5 meter hingga 8 meter diamankan dari beberapa desa di Kecamatan Wonosobo.

 

Polisi juga mengamankan sembilan pelaku yang tertangkap tangan sedang berusaha menerbangkan balon tersebut. Dari sembilan pelaku itu, enam di antaranya masih anak-anak.

“Kami mengamankan 9 orang pelaku yang terdiri dari 3 orang pelaku dewasa berinisial IA, NA dan RF. Serta 6 pelaku anak yaitu SA, HR, AF, YA, AH dan OF. Semuanya warga Bumireso Wonosobo,” kata, Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras, Minggu (17/6).

Dia mengungkapkan, sebenarnya pihaknya bersama instansi terkait, baik Kodim, Pemda dan bahkan otoritas penerbangan AIRNAV Indonesia, sudah berkali-kali menggelar sosialisasi kepada masyarakat tentang penerbangan balon tanpa awak tersebut.

“Penerbangan balon itu sebenarnya diperbolehkan. Namun ada aturan yang harus dipatuhi, yaitu tentang ketinggian dan ditambatkan. Yang artinya tidak boleh dilepasliarkan karena berpotensi mengganggu penerbangan pesawat udara,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kebiasaan penerbangan balon udara di Wonosobo memang sudah berlangsung sejak lama. Balon ini biasanya diterbangkan saat pagi hari pada perayaan Hari Raya Idulfitri. Akan tetapi, dengan ukuran balon yang sangat besar, memang sangat berpotensi mengganggu penerbangan pesawat apabila sampai bertabrakan.

“Dari hasil kegiatan pagi (Sabtu, 16/6) ini, kami mengamankan 16 balon udara. 4 buah merupakan hasil penyerahan dari Kodim 0707 Wonosobo, sementara 12 lainnya merupakan hasil kegiatan Polres Wonosobo,” kata Kapolres, Minggu (17/6).

Mereka dijerat dengan Pasal 411 Jo 53 UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun kurungan dan denda paling banyak Rp. 500 juta. Untuk mengekomodir budaya masyarakat menerbangkan balon udara Polres, Kodim, Pemda dan Airnav Indonesia bekerjasama merencanakan even lomba balon udara yang akan  dilaksanakan pada Selasa (19/6) esok. Diharapkan masyarakat tak lagi menerbangkan balon udara secara liar.

“Balon udara tanpa awak dengan liar yang berpotensi mengancam keselamatan penerbangan,” pungkas Kapolres.

Hal senada diungkapkan Komandan Kodim 0707 Wonosobo Letkol Czi. Fauzan Fadli yang juga berkomitmen untuk pengendalian penerbangan balon udara di Wonosobo.

“Beberapa sudah kami tangkap dan peringatkan tentang penerbangan balon udara ini. Semoga ini menjadi shock terapi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan penerbangan karena sekali pesawat menabrak balon udara, dipastikan berakibat fatal,” ujar Fauzan.

Sementara itu, menurut Kadisop Lanud Jendral Sudirman Purbalingga, Mayor Naharudin, pagi ini saja, ada komplain mengenai balon udara ini dari 71 pilot pesawat.

“Balon ini sangat beresiko sekali karena saat menyangkut ke alat kemudi pesawat akan mengganggu. Apalagi jika masuk ke mesin pesawat yang bisa menyebabkan kebakaran, dimana sangat berbahaya jika mesin terganggu, maka dipastikan celaka,” jelas Naharudin.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
18-06-2018 13:32