Main Menu

5 Remaja Dijemput dari Puncak Slamet Usai Dilaporkan Orang Tua

G.A Guritno
23-06-2018 08:01

Tim SAR gabungan menjemput 5 remaja yang mendaki Gunung Slamet. (Dok. Tagana Banyumas/re1)

Banyumas, Gatra.com – Tim SAR Gabungan menjemput lima remaja yang dilaporkan mendaki Gunung Slamet. Penjemputan ini dilakukan berdasar laporan orang tua salah satu remaja putri yang turut mendaki dengan tanpa bekal.

 

Komandan Taruna Tanggap Bencana Kabupaten Banyums, Heriana Ady Chandra mengatakan, dari lima remaja tersebut, dua di antaranya adalah adalah remaja putri, yakni Alief Desti Nur Fajriah (14) dan Erni Setiawati (15), warga Limpakluwus Kecamatan Sumbang, Banyumas. Keduanya adalah pelajar di SMP Negeri 3 Sumbang.

Tiga lainnya adalah Arzu Rohmata Robi (16), Alfi Muzaqi (18) dan Ikhza Maulana (17), warga Sokawera Kecamatan Cilongok, Banyumas. Tiga remaja ini juga tercatat sebagai pelajar SMP dan SMK.

Chandra mengungkapkan, sebelumnya Arzu memintakan izin ke orang tua Alief, Ibu Kariti untuk mendaki Gunung Slamet pada Selasa, 19 Juni 2018. Kariti pun mengizinkan. Keesokan harinya, Rabu 20 Juni 2018, Alief dan Erni berpamitan untuk mengantar baju ke bibinya yang dirawat di Rumah Sakit (RST) Wijayakusuma.

Usai mengantar baju ke bibinya di rumah sakit, bukannya pulang, Alief dan Erni justru bertemu dengan tiga remaja putra lainnya. Saat itu, Arzu meminta tolong agar diantar mendaki Gunung Slamet lewat Pos Pendakian Bambangan, Purbalingga. Alasannya, Alief berboncengan bertiga. Alief dan Erni pun nekat mendaki tanpa perbekalan, meski sebelumnya telah dipersiapkan.

“Akhirnya Alief dan Erni bersedia mengantar ke Bambangan Purbalingga tanpa pamit ke orang tuanya dan seluruh perlengkapan dan bekal perjalanan masih ada di rumah,” katanya, Jumat malam (23/6).

Menurut Heriana, orang tua Alief, Kariti pun mencari-cari anak gadisnya yang tiba-tiba raib tanpa kabar, seusai mengunjungi bibinya di RS Wijayakusuma. Kariti menduga anak gadisnya mendaki Gunung Slamet.

Sebab, sehari sebelumnya, kawan anaknya memintakan izin hendak mendaki, meski perbekalan masih berada di rumah. Kariti kemudian melaporkan ke Pemerintah Desa Limpakluwus yang lantas meneruskannya ke Posko Tagana Banyumas.

“Ibunya Alief mencari sampai ke Basecamp Bambangan sejak hari Kamis, 21 Juni 2018 tapi tidak ditemukan data di Basecamp Bambangan. Setelah ditelusuri ternyata ada data 5 Remaja mendaki Gunung Slamet via Basecamp Gunung Malang,” dia menjelaskan.

Menerima laporan itu, Kepala Dusun Sokawera dan Petugas Penyelamat Basecamp Gunung Malang pada Jumat, sekitar pukul 07.00 WIB mulai melakukan pencarian. Mereka menyusul kelima remaja tersebut melalui basecamp Gunung Malang.

Kata Chandra, Pukul 12.30 WIB, Tim Tagana mengumpulkan keterangan di Balai Desa Limpakuwus untuk selanjutnya memberangkatkan satu regu tim penjemputan dengan Pemuda Pancasila (PP) dan Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas.

“Pukul 14.00 WIB Kadus Sokawera dan Petugas Basecamp Gunung Malang bertemu dengan kelima remaja tersebut dan diminta untuk pulang,” ujarnya.

Selanjutnya, Tim Pemuda Pancasila menjemput di Pos 2 Pendakian Gn. Slamet via Gunung Malang. Sedangkan Tim Tagana Banyumas dan Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas bertemu di pertengahan antara Pos 1 menuju Pos 2.

“Survivor sampai di basecamp Gunung Malang pada pukul 17.45 WIB dalam kondisi sehat dan selamat. Selanjutnya dibawa ke Desa Limpakuwus,” Imbuh Chandra.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
23-06-2018 08:01